Bengkulu Tengah, Berita Merdeka Online — 21 Juli 2025. Pemerintah Desa Pagar Gunung, Kecamatan Semidang Lagan, resmi menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pra pelaksanaan pembangunan untuk Tahun Anggaran 2025. Kegiatan strategis ini berlangsung pada Senin (21/7) dengan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan Tripika, pendamping desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga tokoh masyarakat setempat.

Dalam Musdes ini, titik nol pembangunan secara resmi ditetapkan sebagai penanda dimulainya program pembangunan di Pagar Gunung. Dua agenda prioritas telah disepakati, yakni:

  1. Pembukaan Badan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 1 kilometer yang akan menjadi akses vital penghubung sentra-sentra pertanian warga. Jalan ini diharapkan mempermudah distribusi hasil tani sekaligus meningkatkan produktivitas lahan warga.
  2. Program Ketahanan Pangan Bidang Peternakan, berupa pengadaan dan pendistribusian 250 ekor ayam kampung kepada warga untuk mendukung kemandirian pangan keluarga.

Kepala Desa Pagar Gunung Yulis Ependi pimpin Musdes pra pelaksanaan pembangunan 2025.

 

Kepala Desa Pagar Gunung, Yulis Ependi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Musdes ini bukan hanya sekadar forum seremonial, melainkan pondasi penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan transparan, terarah, dan tepat sasaran.

“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menetapkan titik nol pembangunan. Selain jalan usaha tani, tahun ini kami juga memprioritaskan ketahanan pangan melalui program beternak ayam kampung,” terang Yulis.

Ia berharap masyarakat Pagar Gunung dapat mendukung penuh realisasi program ini, mulai dari pelaksanaan hingga perawatan hasil pembangunan.

“Mari sama-sama kita jaga apa yang sudah dibangun. Manfaatkan jalan usaha tani dengan baik, pelihara ternak seoptimal mungkin. Semua ini demi kesejahteraan kita bersama,” imbuhnya.

Yulis Ependi juga berpesan agar warga menjaga semangat gotong royong dan saling mendukung. Ia mengingatkan bahwa kesadaran kolektif menjaga hasil pembangunan akan menghindarkan desa dari potensi konflik atau persoalan di kemudian hari.

“Kalau kita rawat dan awasi bersama, maka jalan usaha tani dan ternak ayam kampung akan jadi sumber manfaat nyata bagi semua. Ini milik bersama, mari kita jaga bersama,” pungkas Kades.

Selain itu, program Replanting Sawit di Bengkulu Tengah turut menjadi fokus dengan target menyasar 260 hektare lahan perkebunan milik warga. Dua kelompok tani pun dijadwalkan mulai menerima bibit sawit tahap awal sebagai wujud komitmen pemerintah meningkatkan produktivitas sektor perkebunan rakyat. (Hasnul Effendi)