SEMARANG, Berita Merdeka Online – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di persimpangan lampu merah Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan sekolah Assalamah Ungaran. Kecelakaan ini melibatkan sebuah truk tangki bermuatan gas elpiji dengan nomor polisi AD 8032 FB yang dikemudikan oleh Sukasno, warga Sukoharjo, berusia 39 tahun. Penyebab kecelakaan ini diduga karena rem truk tidak berfungsi dengan baik.

Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Arpan, menjelaskan bahwa dalam kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan lainnya tersebut, tidak ada korban jiwa. “Truk tangki yang dikemudikan dari arah Semarang menuju Bawen mengalami rem blong atau fungsi rem tidak berfungsi dengan baik,” terangnya.

Menurut Kanit Gakkum IPDA Handriani, kronologi kecelakaan ini bermula saat truk tangki LPG melaju dari arah Semarang menuju Bawen. Sesampainya di lokasi kejadian, yang kondisinya menurun, pengemudi truk LPG mencoba melakukan pengereman karena lampu lalu lintas menyala merah. Namun, rem truk tidak berfungsi, menyebabkan truk menabrak beberapa kendaraan di depannya.

“Karena rem tidak bisa berfungsi, truk tangki LPG sempat menyerempet mobil Avanza putih dengan nomor polisi H 9455 DS yang dikemudikan oleh M. Afif, warga Semarang, sebelum akhirnya menabrak bagian belakang truk dump tanpa muatan dengan nomor polisi A 9025 NM yang dikemudikan Andang, warga Kabupaten Semarang,” jelas IPDA Handriani. Truk dump tersebut sedang berhenti karena lampu lalu lintas menyala merah.

Tidak berhenti di situ, truk tangki LPG yang melintang di jalan kemudian mundur dan menabrak truk bak kayu dengan nomor polisi AD 8262 GC yang dikemudikan oleh Dany, warga Kabupaten Klaten, yang berada di belakangnya.

Karena posisi truk tangki yang melintang di jalan, petugas lalu lintas Polres Semarang segera melakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem contra flow untuk memperlancar arus kendaraan dari arah Semarang menuju Bawen. Langkah ini diambil untuk mengurangi kemacetan yang terjadi akibat kecelakaan tersebut.

“Sopir truk tangki sudah mendapatkan perawatan di RSUD dr. Gondo Suwarno Ungaran. Selanjutnya, sopir truk tangki saat ini sedang kami mintai keterangan lebih lanjut,” pungkas IPDA Handriani.

Kejadian ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan, khususnya rem, untuk menghindari kecelakaan serupa di masa mendatang. Kecelakaan yang disebabkan oleh rem blong bukanlah hal yang baru, dan sering kali mengakibatkan kerugian material serta risiko keselamatan bagi pengemudi dan pengguna jalan lainnya.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi, terutama pengemudi truk dan kendaraan berat lainnya, untuk selalu memeriksa kondisi rem dan komponen kendaraan lainnya sebelum melakukan perjalanan. “Pemeriksaan rutin dan perawatan kendaraan adalah kunci untuk mencegah kejadian seperti ini,” tambah AKP Arpan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur yang rawan kecelakaan. Mematuhi aturan lalu lintas dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan adalah langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Kecelakaan ini juga menjadi pengingat bagi pihak terkait, seperti dinas perhubungan dan operator angkutan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kendaraan yang beroperasi di jalan raya. Penegakan aturan dan pemeriksaan berkala harus lebih diperketat untuk memastikan setiap kendaraan layak jalan dan aman digunakan.

Upaya rekayasa lalu lintas yang cepat tanggap dari pihak kepolisian patut diapresiasi karena berhasil mengurai kemacetan yang terjadi. Langkah ini menunjukkan kesiapan dan kesigapan aparat dalam menangani situasi darurat di jalan raya.

Dalam konteks ini, kerjasama antara pemerintah, pihak kepolisian, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib. Dengan adanya kejadian seperti ini, diharapkan semua pihak dapat lebih peduli dan berkontribusi dalam menjaga keselamatan di jalan.

Melalui peningkatan kesadaran, disiplin berlalu lintas, dan pemeliharaan kendaraan yang baik, diharapkan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan. Keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengemudi demi terciptanya lingkungan lalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan. (dik)