LABURA – Sebagai Partai yang dibranding inklusif, millenial, revolusioner dan progresif, idealnya elit Partai Gelora Sumut harus aktif terjun ke lapangan, merangkul dan membina potensi-potensi muda di daerah, bila perlu melakukan riset dan survey tentang kesiapan SDM/SDA dengan kondisi geopolitik di tiap-tiap daerah dalam mengawali wacana dan jargon “5 besar dunia” mereka.
Direktur Political Riset Analist (PRA) Anggra Prasetya Menjelaskan Bahwa lahirnya Partai Gelora harus memiliki minimal tiga unsur untuk mencapai tujuannya
“Ada 3 unsur penting yang harus diperhatikan Partai Gelora dalam mencapai tujuannnya.
- Ide. Yakni sebuah perangkat berpikir berdasarkan kaidah 5WH1. Untuk poin yang ini saya pikir Partai Gelora sudah memilikinya.
- Eksekutor. Mereka yang akan melaksanakan ide-ide besar tersebut. Atau Anis Matta menyebutnya sebagai “generasi pemikul beban”.
- Sumber daya. Yakni seputar SDM, logistik, dana atau hal-hal pendukung lainnya untuk mencapai tujuan ” Papar Anggra, Selasa (26/11/2019)
Lanjut Anggra, Ketiga unsur ini harus dapat disinerjikan dgn data dan fakta di lapangan. Sebab karakteristik setiap masarakat di suatu daerah berbeda-beda. Begitu juga pola pikir, tingkat pendidikan dan pemahaman mereka” Tuturnya.
Disinilah pentingnya silaturahim atau blusukan para elit Partai Gelora Sumut ke daerah-daerah utk melakukan pengamatan dan pengkajian langsung bagaimana narasi besar mereka dapat diterima dengan baik sampai di tingkat grassroat, kemudian didukung penuh oleh segenap lapisan masarakat dan selanjutnya dapat diaplikasikan menjadi sebuah gerakan sosial yang menciptakan gelombang baru dalam konstelasi politik tanah air.
Diakhir penjelasannya, Anggra mengatakan bahwa elit Partai Gelora jangan sampai terkesan sedang menunggu momentum pemilu baru bergerak.
“Jangan sampai terkesan bahwa para elit Gelora sedang menunggu momentum, seperti pilkada atau pemilu 2024 baru akan bergerak. Karena narasi besar partai Gelora sebagai gerakan transformasi dari entitas politik menjadi entitas peradaban itu tidak main-main. Butuh kerja keras, kerja cerdas dan tentu saja butuh pengorbanan yg nyaris tanpa batas” kata Anggra sambil menutup penjelasannya. (KR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



Tinggalkan Balasan