Padang Panjang (Sumbar), Berita Merdeka Online — Pemerintah Kota Padang Panjang menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam galodo dan tanah longsor yang terjadi pada Kamis, 27 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 05 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, bertempat di Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat.
Acara dihadiri sekitar 500 peserta, terdiri dari unsur Forkopimda Padang Panjang, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Lurah, instansi vertikal, Ketua FKUB, Ketua KAN Bukit Surungan, ASN, tokoh masyarakat, serta warga Padang Panjang lainnya.
Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Padang Panjang menyampaikan rasa syukur karena masih diberi kesehatan untuk berkumpul di lokasi yang menjadi saksi bisu dahsyatnya bencana galodo dan tanah longsor yang menelan banyak korban jiwa.
Ia menyebut bahwa duka ini bukan hanya milik masyarakat Padang Panjang, tetapi juga milik semua orang yang merasakan kepedihan akibat musibah tersebut.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan para korban, baik yang telah meninggal dunia maupun yang masih dalam pencarian, serta memberikan dukungan moral maupun material kepada keluarga terdampak. Harapan juga dipanjatkan agar proses penanganan bencana berjalan lancar dan seluruh personel TNI–Polri serta relawan selalu diberi kemudahan dan perlindungan.
Sementara Wali Kota Hendri Arnis mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan bersatu dalam doa. Ia menyampaikan data terkini, yakni 77 orang dinyatakan hilang dan 34 orang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih akan melakukan pencarian hingga 10 Desember 2025.
Wako juga menuturkan bahwa sebanyak 129 jiwa pengungsi direncanakan dipulangkan ke rumah masing-masing pada hari yang sama. Bagi warga yang kehilangan tempat tinggal, pemerintah akan mencarikan solusi berupa penyewaan rumah sementara hingga relokasi hunian dapat dibangun.
“InsyaaAllah proses pemindahan kita lakukan hari ini. Kita doakan semua korban diberikan ketenangan, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya.
Sebagai bentuk doa untuk korban yang belum ditemukan Wako Hendri turut mengimbau masyarakat agar melaksanakan shalat gaib pada pelaksanaan shalat Jum’at
Ia berharap musibah ini menjadi yang terakhir dan menjadi pembelajaran penting bagi seluruh masyarakat serta pemerintah dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB, doa bersama dipanjatkan dengan khidmat untuk para korban banjir bandang. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian Pemerintah Kota Padang Panjang terhadap masyarakat terdampak, sekaligus momentum mempererat persatuan serta menumbuhkan empati di tengah ujian yang dihadapi bersama.
(Charles Nasution – Berita Merdeka Online)




Tinggalkan Balasan