BENGKULU UTARA, Beritamerdekaonline.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Utara bersama Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara membahas arah kebijakan anggaran daerah melalui Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Bengkulu Utara.

Rapat tersebut menjadi bagian dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta Raperda APBD Tahun Anggaran 2027. Dalam forum itu, fraksi-fraksi DPRD menyampaikan pandangan umum terhadap nota pengantar yang diajukan pemerintah daerah.

Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah rancangan postur belanja daerah Tahun Anggaran 2027 yang dalam dokumen awal diasumsikan mencapai sekitar Rp1,258 triliun. Namun, angka tersebut belum bersifat final karena masih menunggu kepastian besaran dana transfer dari pemerintah pusat.

Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, SE, M.AP, menyampaikan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Kondisi tersebut menjadi penting karena pemerintah daerah menghadapi proyeksi defisit dalam penyusunan APBD.

Rapat Paripurna DPRD Bengkulu Utara membahas Raperda APBD 2027 dan Perubahan APBD 2026.

 

“Total belanja daerah Tahun Anggaran 2027 diasumsikan Rp1,258 triliun. Namun postur ini masih asumtif karena masih menunggu kepastian dana transfer dari pusat,” ujar Bupati Arie.

Rapat paripurna dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

Dalam penyampaian pandangan umum, seluruh fraksi DPRD memberikan perhatian terhadap arah penggunaan anggaran agar program pembangunan tidak hanya tersusun secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

DPRD menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam menentukan program dan kegiatan pemerintah daerah. Kebijakan anggaran diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung prioritas pembangunan Kabupaten Bengkulu Utara.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari fungsi DPRD dalam menjalankan tugas legislasi dan penganggaran bersama pemerintah daerah.

Sinergi antara DPRD dan Pemkab Bengkulu Utara dinilai diperlukan untuk memastikan setiap program yang masuk dalam rancangan APBD memiliki dasar kebutuhan yang jelas, sesuai kemampuan keuangan daerah, serta dapat dilaksanakan secara efektif.

Bupati Arie Septia Adinata mengatakan arah pembangunan dalam Perubahan APBD 2026 maupun APBD 2027 akan tetap memperhatikan sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Tiga sektor yang menjadi perhatian pemerintah daerah meliputi kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

Menurut pemerintah daerah, pengalokasian anggaran pada sektor tersebut perlu disesuaikan dengan kapasitas fiskal yang tersedia. Pada saat yang sama, pemerintah harus mengantisipasi berbagai kemungkinan perubahan besaran transfer dari pemerintah pusat.

Kondisi fiskal tersebut membuat pemerintah daerah perlu menyusun skala prioritas secara cermat. Program yang memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan pembangunan daerah menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyusunan anggaran.

Selain membahas prioritas belanja, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi untuk menghadapi potensi defisit dalam APBD.

Salah satu langkah yang didorong adalah optimalisasi pendapatan asli daerah, khususnya dari sektor pajak dan retribusi daerah.

Peningkatan penerimaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan fiskal daerah dalam membiayai program pembangunan.

Namun, Bupati Arie mengingatkan bahwa Bengkulu Utara memiliki wilayah yang luas sehingga kebutuhan pembangunan tidak dapat sepenuhnya ditopang melalui APBD kabupaten.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong seluruh OPD untuk lebih aktif mencari peluang pendanaan melalui program dan anggaran pemerintah pusat.

“Menghadapi kondisi APBD yang mengalami defisit, pemerintah daerah menyiapkan strategi dengan memfokuskan optimalisasi penerimaan pajak dan retribusi daerah. Selain itu, mengingat luasnya wilayah Bengkulu Utara yang tidak bisa hanya mengandalkan APBD semata, OPD harus jemput bola anggaran pusat,” tegas Bupati Arie Septia Adinata.

Arahan tersebut menempatkan OPD sebagai salah satu unsur penting dalam upaya memperluas sumber pembiayaan pembangunan.

Pemerintah daerah mendorong OPD tidak hanya mengandalkan pagu yang tersedia dalam APBD, tetapi juga mengidentifikasi program kementerian dan lembaga yang dapat disinergikan dengan kebutuhan pembangunan di Bengkulu Utara.

Upaya tersebut sekaligus menjadi strategi untuk mengurangi tekanan terhadap kemampuan keuangan daerah.

Dengan kondisi wilayah Bengkulu Utara yang luas, dukungan anggaran dari pemerintah pusat dinilai menjadi salah satu sumber penting dalam mempercepat pembangunan, terutama pada sektor yang membutuhkan pembiayaan besar.

Di sisi legislatif, DPRD Bengkulu Utara menyatakan akan terus mengawal proses pembahasan anggaran agar pengalokasian belanja daerah berjalan efektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pengawasan tersebut mencakup pembahasan program, kesesuaian alokasi dengan kebutuhan masyarakat serta aspek transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Raperda Perubahan APBD 2026 dan Raperda APBD 2027 selanjutnya akan melalui tahapan pembahasan sesuai mekanisme yang berlaku.

Pemerintah daerah bersama DPRD masih harus mencermati perkembangan kemampuan pendapatan, kepastian transfer pemerintah pusat dan kebutuhan belanja daerah sebelum postur anggaran ditetapkan.

Bagi Bengkulu Utara, pembahasan APBD 2027 menjadi momentum untuk menyelaraskan kemampuan fiskal dengan kebutuhan pembangunan. Optimalisasi pendapatan daerah dan upaya memperoleh dukungan anggaran pusat menjadi dua strategi yang disiapkan pemerintah untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Dengan proses pembahasan yang melibatkan DPRD dan pemerintah daerah, penyusunan APBD diharapkan tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat, sesuai kemampuan keuangan daerah, serta memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas. (Adv/Yaap)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.