Aceh, Beritamerdekaonline.com – 13 Februari 2025. Aceh berduka atas kepergian dua ulama karismatik yang sangat dihormati, yaitu Tgk H Usman bin Ali (Abu Kuta Krueng) dan H Asnawi bin Ramli (Aba Budi Lamno), pada Kamis (13/02/2025).
Kedua ulama ini dikenal teguh dalam prinsip syariat Islam dan menjadi panutan bagi masyarakat Aceh. Kepergian mereka dalam waktu yang berdekatan meninggalkan duka mendalam di tengah masyarakat.
Abu Kuta Krueng, yang dikenal sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Dayah Darul Munawwarah Ulee Gle di Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, tutup usia pada umur 93 tahun. Beliau wafat pada pukul 04.30 WIB di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin.
Sementara itu, Aba Budi Lamno, Pimpinan Pondok Pesantren Budi Lamno di Lamno, Provinsi Aceh, meninggal dunia pada pukul 10.00 WIB dalam usia 80 tahun.
Kedua ulama ini tidak hanya dihormati karena keilmuan dan keteguhan mereka dalam syariat Islam, tetapi juga atas peran besar mereka dalam dunia pendidikan agama. Alumnus dari Pondok Pesantren Dayah Darul Munawwarah dan Pondok Pesantren Budi Lamno tersebar di seluruh Aceh dan berbagai wilayah di Indonesia.
Pengaruh mereka tidak hanya dirasakan di kalangan santri, tetapi juga di masyarakat luas yang menjadikan mereka sebagai guru dan panutan dalam kehidupan beragama.
Berita duka ini cepat menyebar dan membawa suasana haru di seluruh Aceh. Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, pejabat daerah, hingga masyarakat umum yang merasa kehilangan besar.
Sejumlah warga Aceh yang pernah belajar dan berinteraksi dengan kedua ulama ini menyatakan bahwa mereka tidak hanya kehilangan guru, tetapi juga sosok ayah yang bijaksana dalam membimbing umat.
“Kepergian Abu Kuta Krueng dan Aba Budi Lamno merupakan kehilangan besar bagi kami. Mereka adalah ulama yang mengajarkan ilmu agama dengan penuh keikhlasan,” ujar salah satu tokoh masyarakat di Pidie Jaya.
Semasa hidupnya, Abu Kuta Krueng dikenal sebagai ulama yang sangat dihormati karena kesederhanaan dan keteguhan dalam mempertahankan syariat Islam. Beliau juga dikenal sebagai pendidik yang tegas namun penuh kasih sayang kepada para santrinya.
Sementara itu, Aba Budi Lamno diingat sebagai ulama yang bijaksana dan memiliki pengaruh kuat dalam menyebarkan ilmu agama di wilayah Lamno dan sekitarnya.
Jenazah Abu Kuta Krueng disemayamkan di Pondok Pesantren Dayah Darul Munawwarah Ulee Gle, sementara Aba Budi Lamno dimakamkan di komplek Pondok Pesantren Budi Lamno.
Ribuan pelayat dari berbagai daerah di Aceh datang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada kedua ulama ini. Tangis haru mewarnai prosesi pemakaman yang dipimpin oleh para ulama dan tokoh masyarakat setempat.
Masyarakat Aceh berharap semangat dan keteladanan kedua ulama ini dapat terus dikenang dan dilanjutkan oleh generasi muda. Ilmu dan perjuangan mereka dalam menyebarkan syariat Islam diharapkan tetap hidup di hati umat.
“Mereka adalah cahaya penerang bagi kami. Semoga ilmu dan keteladanan mereka tetap hidup dalam sanubari umat Islam di Aceh,” ujar salah satu alumni santri Pondok Pesantren Dayah Darul Munawwarah.
Kepergian Abu Kuta Krueng dan Aba Budi Lamno meninggalkan duka yang mendalam dan kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Doa dan penghormatan terus mengalir untuk kedua ulama karismatik ini.
Semoga amal ibadah dan ilmu yang telah mereka sampaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan memberi manfaat bagi umat. (7ef)





Tinggalkan Balasan