KLATEN, Berita Merdeka Online – Untuk menangkal paham radikalisme dan intoleransi menjelang Pilkada 2024 di Jawa Tengah, Dulur Banaspati di Klaten menggelar acara Kumpul Bareng dan Deklarasi Pilkada Damai pada Sabtu (29/6).
Kepala Desa Troketon, Sunaryo, menyampaikan bahwa acara kumpul bareng Dulur Banaspati ini bertujuan untuk mengedukasi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam paham radikalisme dan intoleransi dalam menyambut Pilkada 2024.
Sunaryo menyatakan bahwa organisasi masyarakat (ormas) memiliki kewajiban untuk berpartisipasi di tengah masyarakat.
Baca Juga: Dulur Banaspati Klaten Gelar Deklarasi Damai Jelang Pilkada 2024
Secara keormasan, Dulur Banaspati dapat dimasukkan sebagai sebuah ormas.
Dirinya berharap agar acara ini dapat menambah wawasan para pemuda mengenai pemahaman serta bahaya dari perkembangan radikalisme dan intoleransi.
“Saat ini sering terjadi pencampuradukan antara kritik dan hujatan, maka kita harus mengetahui aturannya sehingga dapat menghindarkan kita dari masalah hukum,” tutur Sunaryo.
Baca Juga: Kronologi Santri Ponpes Darul Fallah Klaten Tenggelam Usai Rafting di Sungai Elo
Kritik sangat diperbolehkan dan dianjurkan, namun jangan disertai dengan hujatan karena dua hal tersebut berbeda. Hujatan dan kritik dibedakan dari bahasa yang disampaikan.
“Kalangan pemuda harus jeli dan tidak menelan mentah-mentah ketika menerima informasi atau bujukan yang mengarah ke radikalisme. Betul tadi disampaikan, penting sekali meminta masukan pada pihak-pihak terkait atau yang memiliki kewenangan dan sesuai dengan keahliannya,” ujar Sunaryo.
Diperlukan lebih banyak kerjasama dari berbagai elemen masyarakat di wilayah Jawa Tengah dalam menciptakan situasi kamtibmas Jawa Tengah yang kondusif sebelum, saat, dan setelah pelaksanaan Pilkada Jawa Tengah 2024.
Baca Juga: Intip Dan Rekam Mahasiswi Yang Lagi Mandi, Seorang Warga Klaten Dibekuk Satreskrim Polres Sleman
Menjelang Pilkada 2024 di Jawa Tengah, acara Kumpul Bareng dan Deklarasi Pilkada Damai yang diadakan oleh Dulur Banaspati di Klaten bertujuan untuk menangkal paham radikalisme dan intoleransi. Kepala Desa Troketon, Sunaryo, menekankan pentingnya edukasi bagi generasi muda agar tidak terjerumus dalam paham tersebut. Menurut Sunaryo, organisasi masyarakat memiliki peran penting dalam mendidik masyarakat, dan acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pemuda akan bahaya radikalisme dan intoleransi.
Sunaryo menegaskan bahwa kritik konstruktif sangat diperlukan, namun harus dibedakan dari hujatan. Generasi muda diingatkan untuk selalu bersikap kritis dan meminta masukan dari pihak yang berwenang sebelum menerima informasi yang berpotensi radikal. Lebih lanjut, Sunaryo mengajak seluruh elemen masyarakat di Jawa Tengah untuk bekerja sama menciptakan situasi yang kondusif sebelum, selama, dan setelah Pilkada. Dengan demikian, diharapkan Pilkada 2024 dapat berlangsung aman dan damai, serta terbebas dari pengaruh radikalisme dan intoleransi. (lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan