Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Pendidikan anak usia dini tidak melulu soal membaca, menulis, dan berhitung di dalam ruang kelas. Menyadari pentingnya aspek kesehatan praktis, biMBA Bintang Junior Cempaka Permai sukses menyelenggarakan kegiatan luar kelas (field trip) bertajuk “Little Dentist” di Klinik Prime Tawa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kesehatan gigi dan mulut kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.

‎Edukasi Kesehatan Gigi Sejak Dini, biMBA Bintang Junior Cempaka Permai Gelar Field Trip “Little Dentist”


‎Anggi, Owner biMBA Bintang Junior Cempaka Permai, menjelaskan bahwa program ini merupakan agenda rutin tahunan. Menurutnya, konsep bimbingan belajar yang ia usung mengedepankan metode belajar sambil bermain agar anak-anak tidak merasa jenuh.

‎”Untuk kegiatan hari ini, kita mengadakan field trip Little Dentist. Di sini anak-anak diajak untuk mengetahui pentingnya kesehatan gigi dan mulut, serta bagaimana cara menggosok gigi yang benar,” ujar Anggi saat ditemui di lokasi kegiatan, Jumat (03/4/2026).

‎Sebanyak 26 siswa berpartisipasi dalam agenda ini dengan didampingi oleh orang tua masing-masing. Anggi menambahkan bahwa keterlibatan orang tua sangat krusial agar mereka mengetahui secara langsung kondisi kesehatan gigi buah hatinya.

‎”Orang tua zaman sekarang sering kali mendapati anak-anak sulit diajak sikat gigi, apalagi mereka gemar makan permen, cokelat, dan es krim. Harapannya, melalui kegiatan ini, anak-anak tidak lagi takut ke dokter gigi dan orang tua menjadi lebih aware terhadap kebersihan mulut anak,” imbuhnya.

‎Antusiasme Tinggi dan Edukasi Interaktif

‎Suasana Klinik Prime Tawa tampak semarak. Salah satu orang tua siswa, Olivia, mengungkapkan bahwa putranya, Muhammad Khalid Alfianda, sudah merasa sangat antusias sejak pengumuman kegiatan ini diberikan beberapa minggu lalu.

‎”Anak saya sangat excited. Dia selalu bertanya kapan jadwal ke dokter gigi tiba. Ini pengalaman pertamanya diperiksa secara profesional. Alhamdulillah, dia senang karena datang bersama teman-temannya sehingga tidak ada rasa takut,” tutur Olivia.

‎Ia berharap melalui edukasi langsung dari dokter, putranya dapat lebih mandiri dalam menjaga kebersihan diri.

“Semoga anak-anak semakin sadar untuk sikat gigi sendiri tanpa perlu diingatkan terus-menerus, terutama setelah makan makanan manis atau sebelum tidur,” harapnya.

‎Pemeriksaan Medis oleh Profesional

‎Dalam kegiatan tersebut, drg. Titah dari Klinik Prime Tawa memimpin langsung proses edukasi dan pemeriksaan. Sebelum memulai pemeriksaan fisik, drg. Titah memberikan simulasi cara menyikat gigi yang efektif, meliputi bagian depan, bagian dalam, hingga lidah.

‎”Kami memberikan edukasi bahwa sikat gigi itu wajib dilakukan dua kali sehari: pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Kami juga menekankan penggunaan pasta gigi cukup sebesar biji jagung saja,” jelas drg. Titah.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para siswa, ia menemukan beberapa kasus gigi berlubang yang memerlukan tindakan penambalan. Namun, ia memastikan bahwa untuk anak di bawah usia lima tahun, fokus utama adalah perawatan preventif dan penambalan, bukan pencabutan.

‎Beruntung, suasana klinik yang dilengkapi dengan fasilitas taman bermain (playground) membuat anak-anak merasa nyaman.

“Anak-anak sangat kooperatif dan berani membuka mulut lebar-lebar. Suasana klinik yang homey membuat mereka merasa sedang bermain, bukan sedang diperiksa medis,” pungkasnya.

‎Klinik Prime Tawa sendiri melayani pemeriksaan kesehatan gigi setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB, memberikan akses fleksibel bagi orang tua yang ingin rutin memeriksakan kesehatan gigi keluarga setiap enam bulan sekali.