Jakarta – Perhimpunan Indonesia Timur (PIT) adalah perkumpulan tokoh kawasan Timur yang sejak dulu telah fokus mengawal pembangunan kawasan timur Indonesia. PIT mengusulkan dibentuk suatu badan setingkat menteri yang dinamakan Badan Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, yang bertugas membantu Presiden dalam melaksanakan program Presiden di kawasan timur secara terintegrasi dan menyeluruh.
“Sehingga sudah saatnya Undang-Undang (UU) yang mengatur jika kepala-kepala daerah melakukan korupsi ada punishment – reward yang diterima dalam menduduki jabatan penting demi tercapainya percepatan pembangunan,” ungkap Muhammad Syukur, hari ini di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat (16/2019).
Lanjutnya, Presiden Jokowi (Joko Widodo: red) sangat tanggap menyikapi persoalan pengungsi gempa Lombok NTB, Pengungsi Wamena, dan pengungsi Gempa Maluku. “Namun disayangkan, jika instansi terkait yang diberikan kewenangan untuk menyelesaikan persoalan sangatlah lamban dan tidak membuahkan suatu hasil yang sesuai harapan masyarakat dikawasan Timur Indonesia. “Rekomendasi ini sangat ‘urgent’ buat PIT saat ini,” imbuhnya.
PIT juga mengusulkan dibentuk tim rekonsialisasi melibatkan tokoh ada setempat, tokoh lintas agama, dan tokoh Nasional yang independen, dalam melakukan rekonsiliasi pemulihan di Wamena.
Selanjutnya, penyelesaian kasus penembakan dua mahasiswa di Kendari harus transparan dan pelakunya dapat sanksi sesuai ketentuan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.
“Bagaimanapun carut marut kondisi pertambangan di Freport Papua, di Sulawesi Tenggara, di Maluku Utara, telah dibanjiri oleh tenaga kerja asing, haruslah segera ditertibkan, dan mendahulukan kepentingan pencari kerja dan tenaga kerja lokal,” jelas M Syukur.
Dalam hal ini PIT berharap dalam mensukseskan kerja Jokowi ke depan dengan merekomendasikan tokoh kawasan Timur yang memiliki kemampuan, keberanian dan loyalitas dan berintegritas.
“Adapun nama-nama usulan sebagai calon Menteri dan atau Wakil Menteri seperti Prof. Dr. La Ode Ida (Akademisi/Tokoh Kawasan Timur, Mantan Wakil Ketua DPD RI), Andi Gani Nena Wea (Ketua KSPI/Tokoh buruh) Prof. Dr. Alex Retrubun (unsur biraokrat/mantan wakil menteri), Drs. Manuel Kaisiepo. M.H. (Tokoh Papua, Mantan Menteri PDT), Dr. Muhammad Zainul Majdi. Lc. M.A. ( Mantan Gub. NTB), Prof. Dr. Letjen (Purn) Syarifuddin Tippe (Unsur Purn TNI/Akademisi),” M tutup Syukur. (Amos)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan