Jakarta – Ratusan massa buruh melakukan aksi bersama didekat gedung DPR. Massa buruh mengaku meragukan kompetensi Puan Maharani sebagai Ketua DPR periode 2019-2024.

Buruh menilai Puan sampaikan pidato politik pertama sebagai ketua terpilih. Itu luar biasa dari statement politik pertama dan ke depan. Tapi kita juga mengikuti perkembangan dari netizen atau masyarakat, ibu Puan ini kompetensinya masih diragukan,” ujar Amir Mahfudz dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Kota Bekasi di depan Taman Ria, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (2/10/2019).

“Pidato politik pertama beliau itu dalam bentuk teks, bukan dalam bentuk isi pidato, nggak dari hati. Kita khawatir nggak sinkron antara apa yang ada di hati dengan isi teks yang revolusioner tersebut,” tambahnya.

Amir mengatakan, dirinya juga meragukan Puan akan berpihak terhadap kaum buruh. 

“Sebagai Menko PMK beliau setuju dengan kenaikan iuran BPJS. Sedangkan hari ini saya atau kami, salah satu tuntutannya itu menolak kenaikan iuran BPJS. Sekarang beliau jadi Ketua DPR RI, yang saya khawatirkan tidak sesuai dengan sudut pandang DPR RI dalam mendesain oleh Ibu Puan Maharani,” tutupnya.

Meski demikian, lanjut Amir, buruh akan soroti kinerja Puan sebagai ketua DPR. Mereka meihat DPR nantinya benar-benar mengayomi kepentingan rakyat, termasuk kaum buruh.

“Kita tahu, rame lah, kita sebagai masyarakat bersosial juga mengikuti perkembangan sosial,” imbuhnya.
Buruh melihat Puan dapat rezeki jadi Ketua DPR RI karena politik dinasti. Jadi itu salah satu alasan kenapa Puan terpilih jadi Ketua DPR RI.

Amir juga berpesan, agar Puan tidak hanya retorika dalam membela kepentingan rakyat. Masyarakat menurutnya, akan melihat bagaimana sepak terjang Puan di tiga bulan pertama kerja, apakah sesuai dengan harapan rakyat. (Amos)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.