SEMARANG, Berita Merdeka Online – Wali Kota Semarang, Agustina, mengusulkan penyelenggaraan Musrenbang Pariwisata sebagai langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.

Usulan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri acara budaya tahunan Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati pada Sabtu (12/4).

Menurut Agustina, Musrenbang khusus sektor pariwisata dibutuhkan agar perencanaan pengembangan desa wisata dilakukan secara lebih partisipatif dan terarah.

“Ada Musrenbang untuk pembangunan, kita akan buat juga Musrenbang untuk pariwisata. Nanti kita bisa agendakan rapat kerja dengan Kelompok Sadar Wisata dan Desa Wisata untuk menentukan event-event di Kota Semarang,” ujarnya.

Agustina menegaskan komitmennya menjadikan Semarang sebagai kota pariwisata unggulan. Ia menyebut Goa Kreo sebagai salah satu destinasi dengan potensi luar biasa yang selama ini belum tergarap optimal.

“Goa Kreo ini adalah permata yang terpendam. Jika kita mengasahnya, ini akan berkilau dan menjadi sesuatu yang akan dilirik. Kita sebenarnya sudah bersiap, sudah ada ampitheater dan pernah ada orkestra,” lanjutnya.

Wali kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, saat menghadiri acara budaya tahunan Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati pada Sabtu (12/4).(Foto Ist)

Meski begitu, ia menyoroti kondisi infrastruktur menuju kawasan wisata tersebut. Agustina meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Disperkim segera menindaklanjuti kebutuhan peningkatan akses jalan dan jembatan masuk ke Goa Kreo.

“Nanti kita perbesar jembatan dan tingkatkan akses jalan masuk supaya ampitheaternya juga dilirik. Ampitheater berdiri sendiri tanpa penunjang fasilitas tentu akan menyulitkan teman-teman seniman yang ingin tampil,” tegasnya.

Acara Sesaji Rewanda sendiri merupakan perhelatan budaya yang sarat makna spiritual dan ekologis. Bagi Agustina, kegiatan ini bukan hanya tontonan budaya, melainkan ruang refleksi yang memperkuat harmoni antara manusia dan alam.

Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara—semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” tuturnya.

Pemkot Semarang, lanjut Agustina, berkomitmen untuk terus melestarikan warisan budaya tersebut. Ia bahkan berencana menjadikan Sesaji Rewanda tahun depan lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak Pokdarwis serta masyarakat sekitar.(day)