SEMARANG, Berita Merdeka Online – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menunjukkan capaian yang cukup signifikan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,37 persen.
Pada periode yang sama, angka kemiskinan turun menjadi 9,39 persen dan tingkat pengangguran terbuka berada di angka 4,66 persen.
Sejak awal masa jabatan, keduanya mengusung pendekatan pemerintahan kolaboratif dengan melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Model sinergi lintas wilayah itu menjadi strategi utama untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam ajang Anugerah Collaborative Award 2026 yang digelar di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng memberikan apresiasi kepada sejumlah pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang aktif membangun kerja sama strategis.
Enam daerah menerima penghargaan kategori kabupaten/kota terbaik, yakni Kabupaten Banyumas, Kota Surakarta, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pemalang, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang.
Sementara itu, kategori perguruan tinggi terbaik diraih Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Muria Kudus, UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Ahmad Luthfi menegaskan, pembangunan tidak bisa dijalankan secara individual.
Ia mendorong seluruh elemen, termasuk 35 kabupaten/kota, bergerak dalam satu irama melalui konsep “super tim”, bukan mengandalkan figur semata.
Sepanjang 2025, sebanyak 44 perguruan tinggi telah menjalin kemitraan dengan Pemprov Jateng dalam bidang riset, inovasi kebijakan, hingga penguatan pemberdayaan masyarakat.
Tahun 2026, jumlah kampus yang menandatangani nota kesepahaman meningkat menjadi 73 institusi, dan lebih dari 100 perguruan tinggi lainnya tengah dipersiapkan untuk bergabung.
Gubernur juga meminta agar kerja sama tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, melainkan berlanjut pada implementasi konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Di sektor pertanian, Jawa Tengah tetap menjaga reputasinya sebagai salah satu penopang utama produksi pangan nasional.
Produksi padi sepanjang 2025 mencapai sekitar 9,5 juta ton. Pemerintah daerah terus mengawal revitalisasi lahan agar ketahanan pangan tetap terjaga.
Sementara itu, realisasi investasi pada 2025 menembus Rp88,5 triliun. Nilai tersebut berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Ke depan, Pemprov Jateng akan memprioritaskan investasi padat karya guna memperluas serapan tenaga kerja, tanpa mengabaikan sektor padat modal.
Pemerintah kabupaten/kota juga diminta proaktif memberikan kemudahan perizinan serta insentif, termasuk relaksasi pajak bagi investor yang mengedepankan prinsip ekonomi hijau.
Melalui kolaborasi lintas daerah dan kemitraan strategis dengan dunia akademik, Pemprov Jateng menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. (liem)




Tinggalkan Balasan