Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – Desa Suka Makmur SP 1, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, menjadi titik pertama pelaksanaan reses Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Juhaili, dari Daerah Pemilihan Bengkulu Utara–Bengkulu Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Juhaili menerima beragam aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan yang dinilai masih menjadi kebutuhan mendesak di wilayah tersebut.

Gencarkan Serap Aspirasi, Juhaili: Masyarakat Masih Keluhkan Infrastruktur hingga Pendidikan di Reses Perdana Desa Suka Makmur.

‎
‎Dalam penyampaiannya, Juhaili menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota dewan untuk turun langsung bertemu masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat bebas menyampaikan keluhan maupun usulan pembangunan tanpa perantara. Juhaili mengatakan, berbagai aspirasi yang masuk akan dirangkum dan diperjuangkan melalui pokok pikiran (pokir) DPRD agar dapat direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya.
‎
‎Menurutnya, sebagian besar keluhan masyarakat Desa Suka Makmur dan sekitarnya masih didominasi kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai. Warga berharap pemerintah provinsi maupun kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap perbaikan akses jalan yang menjadi jalur utama perekonomian masyarakat. Selain itu, fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan juga menjadi sorotan, mengingat masih terdapat sekolah dan pusat layanan kesehatan yang membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana.
‎
‎“Banyak masyarakat mengeluhkan infrastruktur yang kurang memadai, terutama jalan penghubung antar desa. Selain itu, kebutuhan peningkatan kualitas pendidikan serta pelayanan kesehatan juga sangat mendesak. Kita berharap melalui pokok pikiran yang kami ajukan, aspirasi ini dapat terealisasi,” ujar Juhaili.
‎
‎Juhaili juga menyampaikan bahwa fokus pembangunan Pemerintah Provinsi Bengkulu di bawah kepemimpinan Gubernur Helmi dan Wakil Gubernur Mian pada tahun ini mengarah pada peningkatan kualitas jalan provinsi yang tersebar di berbagai kabupaten. Pemerintah provinsi telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp600 miliar untuk perbaikan dan pembenahan ruas-ruas jalan strategis demi meningkatkan konektivitas dan pemerataan pembangunan di Bengkulu.
‎
‎“Alhamdulillah, tahun ini pemerintah provinsi fokus pada peningkatan jalan provinsi di berbagai kabupaten. Total anggarannya mencapai sekitar Rp600 miliar. Semoga pembangunan ini berdampak langsung bagi masyarakat, terutama di Bengkulu Utara,” tambahnya.
‎
‎Juhaili menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah. Ia berharap masyarakat tetap aktif menyampaikan keluhan dan masukan konstruktif demi mendorong pembangunan daerah yang lebih merata dan berkeadilan. Dengan sinergi antara masyarakat dan pemerintah, Juhaili optimistis pembangunan Bengkulu dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.