Beritamerdekaonline.com, Jakarta – Kabar duka datang dari dunia usaha dan perfilman Indonesia. Johannes Djaya Prawira, pengusaha sekaligus produser film yang turut mewarnai perjalanan industri perfilman nasional pada era 1970-an, meninggal dunia pada Kamis, 29 Oktober 2026, dalam usia 91 tahun.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan tersendiri, khususnya bagi dunia perfilman Indonesia. Namanya tercatat sebagai salah satu produser film laga Pukulan Berantai (1977), yang dikenal di pasar internasional dengan judul The Endless Fight.
Dalam perjalanan kariernya, Johannes Djaya Prawira tidak hanya dikenal sebagai pengusaha, tetapi juga sosok yang pernah mengambil bagian dalam industri kreatif Tanah Air.
Bersama Syamsu Sidharta, almarhum memproduseri film Pukulan Berantai yang memiliki nilai tersendiri dalam sejarah perfilman Indonesia. Produksi film tersebut melibatkan kerja sama lintas negara dengan proses pengambilan gambar di Korea Selatan dan Taiwan.
Film itu juga menghadirkan aktor asal Korea Selatan, Shin Ill Yong, serta sejumlah pemain Indonesia, di antaranya Debby Cynthia Dewi dan WD Mochtar.

Keterlibatan Johannes dalam produksi tersebut menjadi bagian dari perjalanan perfilman nasional dalam mengembangkan film laga sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan industri perfilman luar negeri pada masanya.
Meski dokumentasi mengenai perjalanan bisnis dan kehidupan pribadi almarhum masih terbatas, kiprahnya sebagai produser film menjadi salah satu jejak yang patut dikenang.
Disemayamkan di Rumah Duka Sentosa
Berdasarkan informasi keluarga, jenazah Johannes Djaya Prawira disemayamkan di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Jenazah disemayamkan di lantai dasar, ruang C, D, E, dan F. Prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Minggu ini, 1 November 2026.
Kepergian Johannes Djaya Prawira bukan sekadar kabar kehilangan bagi keluarga dan kerabat, tetapi juga menjadi momen untuk mengenang perjalanan hidup serta kontribusinya dalam dunia usaha dan perfilman Indonesia.
Karya yang pernah diproduksinya menjadi bagian dari catatan perjalanan sejarah perfilman nasional, khususnya pada era ketika film Indonesia mulai menjajaki kerja sama produksi lintas negara.
Selamat jalan, Johannes Djaya Prawira. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. Semoga segala kebaikan, pengabdian, serta karya almarhum menjadi kenangan yang terus hidup. (@ms)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan