BLITAR, BMonline – Gerakan penyemprotan disinfektan di Kabupaten Blitar harus dilakukan secara masif dan komprehensif sehingga pemutusan mata rantai penularan Virus Corona lebih optimal, hal ini dikatan Mujib, Wakil ketua DPRD Kabupaten Blitar sekaligus ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Rabu (1/4/2020).
Berikut petikan wawancara Berita Merdeka (BM) dengan Mujib dirumahnya Desa Tlogo Kecamatan Kanigoro.
BM : Beberapa partai politik di Kabupaten Blitar sudah melakukan gerakan peduli dengan melakukan penyemprotan masal di beberapa daerah, Bagaimana Tanggapan Bapak tentang hal ini ?
Mujib : Saya rasa hal itu bagus-bagus saja dilakukan ditengah pandemik covid-19 seperti sekarang ini, namun demikian alangkah baiknya jika hal itu dilakukan secara bersama-sama dan menyeluruh sehingga rantai penularan penyakit ini bisa segera terputus.
BM : Untuk Partai Gerindra sendiri bagaimana pak?
Mujib : Kami dari partai Gerindra sebetulnya sudah akan melakukan hal tersebut, namun demikian kami akan berusaha mengajak seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Blitar untuk secara bersama-sama. Tidak parsial, sehingga efektifitasnya nanti kurang bagus.
BM : Bupati beserta jajarannya juga melakukan hal sama pak.
Mujib : Iya mas, saya pikir itu sangat bagus dan saya memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Blitar beserta jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Blitar dalam melakukan hal itu namun jika tidak menyeluruh nantinya akan tidak efektif. Saya ini mempunyai basic petani mas, selama ini jika kami menangani masalah Wereng di sawah kami akan melakukan secara serentak dengan seluruh kelompok tani yang ada sehingga wereng itu tidak sempat menyebar ke sawah yang lain. Kalau kita melakukan sendiri-sendiri takutnya wereng yang masih hidup akan menyerang sawah yang lain, itu analoginya. Apa mungkin salam sehari Bupati bisa melakukan penyemprotan ke seluruh wilayah 22 kecamatan?, kan itu nggak mungkin jika tidak direncanakan dengan tepat.
BM : Jika hal itu dilakukan, apakah Kabupaten Blitar punya dana ?
Mujib : Menteri keuangan sudah menerbitkan surat untuk menghentikan pengadaan barang dan jasa pada DAK Fisik 2020, sehingga secara prinsip ada uang yang nantinya bisa digunakan untuk kepentingan darurat, apalagi Pilkada serentak di kabupaten Blitar juga akan ditunda, sehingga untuk pendanaan saya kira tidak ada permasalahan.
BM : Apa bisa anggaran tersebut dialihkan ke penangan Covid-19 ?
Mujib : Prinsipnya memang pengalihan anggaran itu tidak mungkin dilakukan, karena sudah melewati rapat paripurna DPRD dan sudah diperdakan, akan tetapi ketika ada peraturan atau Undang-undang atau PERPU yang membolehkan hal itu, maka meskipun Perda sudah ditetapkan tetapi pelaksaan pekerjaan yang bukan wajib bisa dialihkan karena aturan diatasnya, dalam kasus ini karena merebaknya virus corona maka keselamatan rakyat harus menjadi prioritas.
BM : Apa langkah-langkah yang akan dilakukan oleh DPRD ?
Mujib : Besok pagi (Rabu, 1 April 2020) kami Pimpinan DPRD dan fraksi beserta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona akan melakukan rapat secara telekonference untuk membahas penangan masalah Covid-19 ini, saya akan menyampaikan langkah-langkah percepatan pencegahan dan penularan Covid-19 kepada Pimpinan Dewan dan pimpinan Fraksi agar melakukan tindakan yang masif dan komprehensif sehingga pemutusan mata rantai Corona ini tuntas.
BM : Cara yang masif tersebut menurut bapak bagaimana ?
Mujib : Wilayah Kabupaten Blitar ini luas mas, kita mempunyai 22 Kecamatan dan 248 Desa-Kelurahan, kalau memang nanti disetujui saya akan mengusulkan untuk pembelian disinfektan dalam sekala besar dan mengalokasikannya ke seluruh desa dan kelurahan yang ada lalu dibagikan ke tiap RT dan ke setiap rumah tangga yang ada juga kita hubungi Gapoktan Kabupaten Blitar untuk mempersiapkan alat semprotnya, kemudian juga seluruh aset yang ada seperti pemadam kebakaran, PDAM, Kepolisian yang memiliki kendaraan penyemprot untuk kita libatkan dan secara bersama-sama pada hari yang sudah ditentukan kita melakukan penyemprotan masif tadi. Semoga dengan gerakan yang bersama-sama ini virus corona ini bisa mati secara keseluruhan.
BM : Apa hal itu saja sudah cukup pak ?
Mujib : Tentunya itu belum cukup, kita harus juga melakukan hal-hal lain seperti misalnya pengawasan dan pembatasan orang yang keluar masuk wilayah Blitar. Penjagaan di 6 titik wilayah ini harus diperketat dan jangan sampai kecolongan. Sampai hari ini wilayah Kabupaten Blitar masih sedikit yang terkena positif Covid-19, jangan sampai kita mendapatkan penularan dari luar wilayah. Termasuk juga gerakan-gerakan yang lain misalkan seperti jaga kebersihan dan kesehatan, cuci tangan sesering mungkin dan lain-lain.
BM : Baik terima kasih atas wawancaranya pak.
Mujib : Iya mas sama-sama, pesan saya kepada semua pihak, bahwa virus corona ini adalah masalah dunia, tidak hanya kabupaten blitar saja yang mengalaminya, janganlah ini dijadikan obyek untuk kepentingan politik semata, juga untuk kepentingan pencitraan atau pamer saja, sebab masyarakat sangat sungguh menderita. Banyak efek sampingnya terutama masalah ekonomi jika kita tidak segera menangani masalah ini dengan sebaik-baiknya. Karantina wilayah atau istilahnya Lockdown adalah opsi terakhir yang akan dilakukan jika wabah ini semakin merajalela, banyak warga miskin yang akan terdampak secara signifikan, dimana pemerintah harus hadir untuk menyentuh mereka terutama tentang kebutuhan Sembako bagi semua kalangan. Saya berharap semua stake holder bergandengan tangan dengan ikhlas untuk menuntaskan masalah ini. (Rudi/Kemp)
Penulis : Rudi/Kemp
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan