Foto: Wakil Kepolisian Republik Indonesia, Komjen Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan di Groundbreaking SPPG

Beritamerdekaonline.com, Jakarta -Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di bidang pemenuhan gizi masyarakat.

Polri secara serentak melaksanakan groundbreaking pembangunan 436 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan nasional ini dipusatkan di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta, dan diikuti secara virtual oleh jajaran Polda dan Polres di seluruh tanah air.

Pembangunan ratusan unit SPPG tersebut merupakan bagian dari target besar Polri untuk menghadirkan total 1.147 unit SPPG di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu wujud nyata dukungan Polri terhadap program makan bergizi gratis yang digagas pemerintah, sekaligus memperkuat peran negara dalam menjamin kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Dedi Prasetyo dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan SPPG tidak hanya berorientasi pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hingga saat ini, sebanyak 26 unit SPPG telah beroperasi di wilayah 3T dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, kita bersama-sama mengambil peran dan tanggung jawab untuk menyukseskan program makan bergizi gratis. Ini adalah bentuk kehadiran negara yang nyata, khususnya melalui Polri, dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Dedi Prasetyo, Senin, Jakarta Barat, 29 Desember 2025.

Eks Kadiv Humas ini menjelaskan, pembangunan SPPG akan terus dilanjutkan secara bertahap. Setelah groundbreaking serentak pada akhir Desember 2025 ini, pembangunan lanjutan dijadwalkan kembali berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Sementara itu, unit-unit lainnya akan dibangun secara bertahap menyesuaikan dengan kondisi wilayah dan kesiapan infrastruktur daerah.

Saat ini, Polri telah mengoperasikan 331 unit SPPG yang menjangkau sekitar 3,4 juta penerima manfaat di berbagai daerah. Dengan penambahan 436 unit baru, pemerintah optimistis jangkauan layanan pemenuhan gizi akan semakin luas, termasuk ke wilayah terluar Indonesia yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan pangan bergizi.

Pembangunan SPPG juga menyasar wilayah-wilayah strategis. Di antaranya, 7 unit dibangun di wilayah Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), 8 unit di Polda Kalimantan Tengah, 5 unit di Polda Kalimantan Selatan, serta 5 unit di Polda Papua Barat. Seluruh unit tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 45 hari sehingga dapat segera beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Seluruh unit yang hari ini kita groundbreaking kan ditargetkan selesai dalam waktu 45 hari. Harapannya, awal tahun depan sudah bisa langsung melayani masyarakat,” tambah Dedi.

Lebih lanjut, Dedi Prasetyo menekankan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi lokal. Produksi makanan bergizi dalam skala besar membutuhkan pasokan bahan pangan yang berkelanjutan, sehingga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

“Produksi makanan bergizi dalam skala besar akan memperkuat rantai pasok pangan, melibatkan UMKM lokal, serta membuka lapangan kerja baru di daerah. Ini bukan hanya soal gizi, tetapi juga soal penguatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dengan pembangunan SPPG yang masif dan terencana, Polri berharap dapat berkontribusi signifikan dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.