BENGKULU, Beritamerdekaonline.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Bengkulu menghadiri acara buka puasa bersama Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, yang digelar di Balai Raya Semarak pada Kamis (20/3/2025). Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan mengumumkan perubahan besar terkait identitas Bengkulu, dengan mengganti jargon “Bumi Rafflesia” menjadi “Bumi Merah Putih.”

Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Bengkulu, Musdamori, S.Sos., CMK, mengapresiasi langkah berani Gubernur Helmi Hasan yang ingin menghapus jejak kolonialisme dalam identitas daerah. Menurut Helmi, perubahan ini bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa sebutan “Bumi Merah Putih” lebih mencerminkan sejarah perjuangan Bengkulu, terutama karena Fatmawati—penjahit bendera Sang Saka Merah Putih—lahir dan berasal dari Bengkulu.

“Bendera Merah Putih memiliki hubungan erat dengan Bengkulu. Fatmawati, putri asli Bengkulu, adalah sosok yang menjahit bendera pusaka yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan. Ini adalah kebanggaan yang harus kita angkat ke permukaan,” tegas Helmi Hasan dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Helmi Hasan menambahkan bahwa Presiden Soekarno baru bisa menjadi pemimpin (Presiden RI) setelah menginjakkan kaki di Bengkulu. “Bengkulu memiliki peran besar dalam sejarah bangsa ini. Soekarno bertemu Fatmawati di sini, dan dari Bengkulu pula ia mendapat inspirasi perjuangan,” tambahnya.

Acara buka puasa bersama ini turut dihadiri oleh berbagai organisasi media di Bengkulu, termasuk Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Wartwan Online (IWO)

Baca Juga:

Gubernur Bengkulu: Media adalah Pilar Keberhasilan Program Pemerintah

Dalam kesempatan tersebut, Helmi Hasan juga menegaskan bahwa peran media sangat vital dalam memastikan keberhasilan program pemerintah. “Media adalah pilar demokrasi yang harus terus mengawal kebijakan pemerintah. Kritik yang konstruktif sangat diperlukan agar kami bisa bekerja lebih baik untuk rakyat,” ujarnya.

Acara buka puasa berlangsung penuh keakraban, menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan insan pers. Dengan adanya perubahan jargon ini, diharapkan masyarakat Bengkulu semakin mengenali dan bangga dengan sejarah perjuangan daerahnya yang sarat makna. (Red)