SEMARANG, Berita Merdeka Online – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta personel TNI dan Polri yang bertugas mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2025 dibekali senjata laras panjang.
Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan, termasuk tindak kriminal dan ancaman terorisme.
Menurutnya, pengamanan mudik bukan hanya sebatas pelayanan bagi masyarakat, tetapi juga harus mencakup langkah-langkah pencegahan kejahatan.
Oleh karena itu, aparat keamanan di lokasi strategis perlu dilengkapi dengan perlengkapan yang mendukung tugas mereka di lapangan.
“Saya minta Kapolda dan Pangdam memastikan personel yang bertugas di lokasi vital dibekali senjata laras panjang agar bisa bertindak cepat jika terjadi gangguan keamanan,” ujarnya saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (17/3).
Rapat ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kapolda Jawa Tengah Irjen Ribut Hari Wibowo dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Sebagai mantan Kapolda Jateng periode 2020-2024, Ahmad Luthfi menilai bahwa kehadiran aparat bersenjata di titik-titik rawan kejahatan dapat memberikan efek jera bagi pelaku kriminal.

Ia menyebut pusat keramaian dan tempat ibadah sebagai beberapa lokasi yang harus mendapatkan perhatian khusus dalam pengamanan.
Selain pengamanan, gubernur juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi lonjakan pemudik.
Ia meminta bupati dan wali kota untuk tetap siaga selama periode Lebaran guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.
“Jangan sampai kepala daerah meninggalkan tugas tanpa koordinasi. Kalau ada pejabat pusat yang datang, harus ada yang siap menerima,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti permasalahan rest area yang kerap menjadi titik kemacetan di jalur mudik.
Banyak pemudik yang memanfaatkan rest area untuk bersantai dalam waktu lama, sehingga menyebabkan kepadatan kendaraan di jalan tol.
“Rest area menjadi tempat favorit pemudik untuk beristirahat dan makan bersama keluarga. Akibatnya, terjadi antrean panjang yang bisa menghambat arus lalu lintas,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia meminta pengelola rest area dan aparat terkait mengatur arus keluar-masuk kendaraan dengan lebih baik.
Dengan strategi pengamanan yang ketat dan koordinasi yang baik, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Tengah dapat berjalan dengan aman dan lancar. (lim)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan