ACEH SINGKIL, Berita Merdeka Online – Isu kenaikan harga gas elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) yang sempat membuat resah warga Aceh Singkil akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari tokoh masyarakat setempat. Dari hasil pemantauan di sejumlah wilayah, harga gas melon ini masih tergolong stabil sesuai ketentuan pemerintah.
Aminullah Sagala, tokoh masyarakat sekaligus mantan anggota DPRK Aceh Singkil, menegaskan bahwa tidak semua daerah mengalami lonjakan harga. Ia turun langsung melakukan pemantauan di beberapa titik distribusi gas, salah satunya di Desa Pea Jambu, Kecamatan Singkohor, pada Minggu (6/4/2025) sekitar pukul 11.16 WIB.
Melalui pernyataan tertulis yang dikirimkan via pesan WhatsApp, Aminullah menjelaskan bahwa harga LPG 3 kg di wilayah kerjanya masih normal. “Di tempat kami, harga pembelian dari distributor tetap Rp 22.000 per tabung. Dijual ke pengecer seharga Rp 23.000, dan pengecer menjual ke masyarakat sebesar Rp 25.000. Jadi tidak ada lonjakan harga,” ujarnya.

Aminullah mengunjungi salah satu pangkalan resmi LPG 3 kg milik Agen INAYAH yang berada di Desa Pea Jambu. Di sana, Zainuddin BM selaku pengelola pangkalan mengaku belum menerima laporan soal adanya lonjakan harga gas seperti yang diberitakan di beberapa media.
“Kalau pun ada kenaikan harga, mungkin terjadi di daerah lain. Di wilayah kami tidak ada keluhan dari masyarakat,” terang Zainuddin saat ditemui Aminullah.
Sementara itu, di Desa Anjo-Anjo, Kecamatan Gunung Meriah, seorang pengecer bernama Bujuk menyampaikan bahwa harga gas dijual sekitar Rp 30.000 per tabung. Meskipun sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET), kondisi ini disebut masih terkendali dan tidak menimbulkan kelangkaan di masyarakat.
Salah satu distributor LPG 3 kg resmi di Aceh Singkil, PT Dewi Lautan Rezeki, yang beralamat di Dusun I Kihing, Desa Kampung Gunung Lagan, juga memastikan pasokan gas tetap lancar. Pihak distributor berkomitmen menjaga harga agar tidak melebihi ketentuan dan memastikan stok tersedia secara rutin di pangkalan resmi.
Aminullah berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu kenaikan harga yang tidak terbukti secara faktual. Ia juga meminta pemerintah daerah serta pihak Pertamina agar rutin mengawasi jalur distribusi dan pengecer, agar harga tetap terkendali dan sesuai HET.
“Kestabilan harga LPG 3 kg ini sangat penting, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kita harap semua pihak ikut menjaga distribusinya agar tidak dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab,” tutup Aminullah.
Dengan klarifikasi dari tokoh masyarakat dan pengecekan langsung ke lapangan, masyarakat di Aceh Singkil diimbau untuk tetap tenang dan membeli gas melon di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai standar yang ditetapkan. (Muhlis)




Tinggalkan Balasan