SEMARANG, Beritamerdekaonline.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang gencar menertibkan manusia karung yang berkeliaran dan menjamur selama bulan Ramadhan. Biasanya mereka akan muncul dan terlihat mangkal di jalan jalan protokol kota Semarang.
Manusia karung yang merupakan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) itu diamankan sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang PGOT.
Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, dalam operasi penertiban yang dilakukan hari keempat bulan puasa pada Minggu (26/3/2023) sore, petugas berhasil menjaring 13 PGOT yang terdiri dari 5 orang laki-laki, 5 perempuan dan 3 anak-anak.
Mereka terjaring petugas di sepanjang jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Piere Tendean kota Semarang
“Mereka kita tertibkan agar kota Semarang terjaga lebih baik, karena sosialisasi dan penegakan perda tersebut sudah kita lakukan tahun lalu dengan Dinas Sosial,” ungkap Fajar.
Fajar mengatakan, penertiban manusia karung atau PGOT akan rutin dilakukan selama bulan ramadhan ini hingga menjelang lebaran.
“Mereka yang terjaring akan diberi peringatan tertulis. Bila mengulangi lagi langsung kita kirim ke resos Solo,” tegas Fajar. (lim)



Tinggalkan Balasan