Jakarta, BMonline – Satgas Anti-Mafia Bola (AMB) tangkap dua buron KH dan HN, tersangka dalam pengaturan skor (match fixing) dalam pertandingan Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang di Liga 3 PSSI.

Penangkapan lanjutan ini, Satgas AMB sudah menangkap delapan tersangka dalam kasus ini. “KH dari PSSI selaku perantara ditangkap di Bekasi, sedangkan HN Executive Committe PSSI Jawa Barat ditangkap di Menteng Atas, Jakarta Selatan,” kata Kasatgas AMB Brigjen Pol Hendro Pandowo di Polda Metro Jaya, hari Rabu (26/2/2020).

KH, kata Hendro, adalah seorang PNS di Bekasi yang bertugas sebagai pengawas. Menurut Hendro, HN exco PSSI Jawa Barat ditangkap sebagai perantara tersangka Bayu ditangkap pada 18 Februari 2020.

Sedangkan tersangka KH dari PSSI berperan atas penunjukan wasit pertandingan ditangkap 19 Februari 2020. “Berkas kedua nya sudah lengkap dan siap dilimpahkan ke pengadilan,” kata Hendro.

Hendro menjelaskan, dari hasil pemeriksaan keduanya menerima uang sebesar 25 juta rupiah dari manajemen klub Persekasi. Pelaku lalu mengatur dan berkoordinasi dengan perangkat wasit untuk pengaturan skor.

Hendro menegaskan pengaturan skor, berawal dari manajer klub Persikasi yang ingin menang pada pertandingan, agar klubnya naik kasta ke liga II.

Pengaturan skor di pertandingan sepakbola Liga III Indonesia 2019 antara Persikasi Bekasi dan PS Sumedang itu berlangsung pada 6 November 2019.  Laga kedua klub yang berada di bawah Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Barat itu berlangsung di Stadion Ahmad Yani, Sumedang dengan skor akhir 3-2 untuk Bekasi.

Terkait kasus pengaturan skor ini, sebelumnya Satgas AMB membekuk enam orang tersangka. Keenam tersangka adalah DSP selaku wasit utama saat pertandingan.

Tiga orang dari manajemen Persikasi Bekasi yakni BB, HR dan SHB, lalu MR sebagai perantara, serta DS selaku Komisi Penugasan Wasit ASPROV PSSI Jawa Barat.

Mereka ditangkap di Bekasi secara berturut-turut pada 22 November 2019 lalu. 

“Kami sudah komitmen, sudah ada rakor dengan PSSI dan Polri, semua berkomitmen untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang bersih anti suap dan tidak ada pengaturan skor,” tambah kepala Satgas. (ams)

Penulis: (amos)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.