Bengkulu, Beritamerdekaonline.com — Indonesian Tour Leader Moslem Association (ITMA) menggelar kegiatan Professional Tour Leader Day sekaligus pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ITMA Provinsi Bengkulu periode 2026–2031 di Ballroom Hotel Two K Azana Style Bengkulu, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 75 peserta dari berbagai biro perjalanan haji dan umrah sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme pemimpin rombongan jemaah.

ITMA Bengkulu Gelar Sertifikasi Tour Leader Internasional, 75 Peserta Ikuti Uji Kompetensi BNSP.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan sertifikasi kompetensi tour leader melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ITMA yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Diyafa Kencana Indonesia. Sertifikat kompetensi diterbitkan melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai dengan mekanisme sertifikasi yang berlaku.

Ketua DPD ITMA Provinsi Bengkulu periode 2026–2031, Besti Neliza Lubis, S.E., mengatakan pembentukan kepengurusan daerah tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat wadah profesional bagi para pemimpin rombongan wisata religi di Bengkulu.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah membentuk DPD ITMA Bengkulu. Kami juga telah memiliki sejumlah anggota dari beberapa biro perjalanan yang hadir dalam kegiatan ini,” ujar Besti.

Ia menjelaskan, sertifikasi kompetensi tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan para tour leader, khususnya dalam mendampingi jemaah haji dan umrah selama perjalanan.

Melalui kegiatan ini, ITMA berharap para pemimpin rombongan dapat mengembangkan keterampilan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memberikan pendampingan yang aman dan nyaman kepada jemaah.

Sertifikasi untuk meningkatkan profesionalisme

Ketua Umum DPP ITMA, H.R. Iwan Giwangkara, M.M., yang juga Direktur PT Malqanida Firdaus Tours & Travel, mengatakan kegiatan sertifikasi tersebut merupakan pelaksanaan perdana yang diinisiasi ITMA di Provinsi Bengkulu.

Menurut Iwan, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan tenaga profesional yang bertugas mendampingi jemaah dalam perjalanan ibadah.

Ia menjelaskan, uji kompetensi tidak hanya menilai pengetahuan peserta, tetapi juga kemampuan mereka dalam menghadapi berbagai persoalan selama perjalanan, seperti penanganan jemaah yang sakit, situasi darurat, keterlambatan bus, gangguan penerbangan, hingga persoalan pelayanan di hotel dan bandara.

“Jemaah akan merasa lebih tenang apabila didampingi oleh orang yang memiliki kompetensi. Sertifikasi ini memiliki banyak manfaat, baik untuk meningkatkan kemampuan individu maupun untuk mendukung profesionalisme biro perjalanan,” kata Iwan.

Ia menambahkan, sertifikasi juga berkaitan dengan pemenuhan persyaratan yang berlaku bagi penyelenggara perjalanan ibadah umrah. Karena itu, pihaknya mendorong biro perjalanan untuk mempersiapkan tenaga pendamping yang memiliki kompetensi sesuai ketentuan pemerintah.

Kemenhaj Bengkulu dukung sertifikasi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bengkulu yang diwakili Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji, Dr. H. Abdul Qohar, M.H.I., mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurut Abdul Qohar, peningkatan kompetensi pemimpin rombongan merupakan bagian penting dalam menciptakan pelayanan perjalanan ibadah yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Ia menilai, kemampuan pendamping jemaah berpengaruh terhadap penanganan berbagai situasi selama perjalanan, sehingga jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.

Abdul Qohar juga menjelaskan bahwa sertifikat kompetensi perlu diperhatikan oleh penyelenggara perjalanan dalam memenuhi persyaratan perizinan dan proses verifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ITMA jalin kerja sama dengan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Dalam kegiatan yang sama, ITMA menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu, khususnya Program Studi Manajemen Haji dan Umrah. Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan pelatihan dan sertifikasi yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Dr. Desi Asnaini, M.A., menyampaikan dukungan terhadap kolaborasi tersebut.

Ia mengatakan, sertifikasi dan pelatihan profesi dapat menjadi nilai tambah bagi mahasiswa, terutama dalam memperkuat kompetensi lulusan selain capaian akademik yang tercantum dalam ijazah.

Menurut Desi, kompetensi tambahan tersebut juga dapat mendukung Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI), yang memberikan informasi mengenai keterampilan dan kompetensi lulusan.

Ia berharap kerja sama dengan ITMA dapat membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya di bidang manajemen bisnis haji dan umrah.

Lima biro perjalanan menjadi inisiator

Kegiatan Professional Tour Leader Day ini didukung oleh lima biro perjalanan yang menjadi inisiator program sertifikasi, yaitu QULTOUR, Arba Insani, BSH Umrah & Haji, Arafah Raya Gemilang, dan PT Qiblatain Nadhira Wisata (QNW).

Bendahara DPD ITMA Provinsi Bengkulu, Zaki Abdullah, S.E., C.EQL, didampingi Sekretaris DPD ITMA Provinsi Bengkulu, Hesmi Andori, A.Md.Ak., mengatakan program tersebut merupakan bentuk kesiapan organisasi dan pelaku usaha dalam merespons kebutuhan peningkatan kompetensi tenaga profesional di bidang perjalanan ibadah.

Ia berharap keterlibatan biro perjalanan dalam program sertifikasi dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta memberikan nilai tambah bagi layanan yang ditawarkan kepada calon jemaah.

Melalui kegiatan ini, ITMA juga berupaya memperluas pengembangan organisasi di berbagai daerah. Ketua Umum DPP ITMA menyebut pembentukan DPD ITMA Provinsi Bengkulu menjadi bagian dari perluasan jaringan organisasi di Indonesia.

Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031 dan pelaksanaan sertifikasi kompetensi, ITMA berharap semakin banyak pemimpin rombongan yang memenuhi standar profesional serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada jemaah haji dan umrah, khususnya di Provinsi Bengkulu.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.