Asahan, Beritamerdekaonline.com — Jaringan Mahasiswa Peduli Keadilan Sumatera Utara (JMPKSU) meminta kepolisian segera memperjelas proses penyelidikan kasus pembakaran mobil milik Een, warga Kelurahan Siumbut Baru, Kabupaten Asahan, yang terjadi pada 10 Oktober 2025 lalu.
Ketua JMPKSU, Agung Gumelar, menyebut dugaan adanya unsur kesengajaan dalam insiden tersebut. Bahkan, pihaknya menilai kejadian itu bisa mengarah pada percobaan pembunuhan terhadap Een dan keluarganya.
“Kami terus mengawal kasus ini dan menunggu kejelasan dari penyidik. Namun hingga kini belum ada perkembangan yang berarti, padahal seluruh bukti sudah diserahkan,” kata Agung dalam keterangan resminya, Jumat (15/11/2025).

Agung menilai, penyelidikan yang berjalan seolah tertutup. Ia bahkan menduga ada pihak tertentu yang mencoba menghambat atau menutupi proses hukum.
“Kasus lain bisa terungkap dengan cepat. Mengapa kasus ini begitu sulit diungkap, padahal sudah ada petunjuk dan alat bukti?” tegas Agung.
Mahasiswa itu menambahkan, pihaknya tidak ingin berspekulasi terlalu jauh mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat. Namun, lambatnya penanganan semakin memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Penyidik harus bekerja profesional dan terbuka. Kami menuntut adanya transparansi dalam mengungkap pelaku yang berani melakukan aksi teror tersebut,” lanjutnya.
JMPKSU berencana menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat sebagai bentuk tekanan moral agar Kapolres Asahan lebih tegas dan serius menangani kasus ini.
Agung menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti bersuara sampai aparat penegak hukum benar-benar memberi kepastian kepada korban dan keluarga.
Masyarakat pun berharap kasus ini segera menemukan titik terang, mengingat aksi pembakaran kendaraan bukan hanya meresahkan, tetapi dapat mengancam nyawa. (Dodi Antoni)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan