YOGYAKARTA, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Korban penyalahgunaan narkoba dari kalangan pelajar dan mahasiswa masih menunjukkan kenaikan yang cukup siginfikan dari tahun ke tahun. Generasi muda yang menjadi korban tersebut harus kita tolong kehidupannya, agar tidak terlanjur ke dalam jerat narkoba.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, SE,MSi, peran orang tua dalam rangka membantu para remaja dan mahasiswa agar tidak terjerumus ke dalam kubang narkoba sangat dibutuhkan. Orangtua harus punya komitmen, lebih peduli dengan pendidikan bagi si anak.
“Semua awalnya dari keluarga, berangkat dari keluarga, anak yang sudah dibina di didik secara baik, serta ditanamkan hal-hal yang positif sejak dini, bisa memproteksi atau meminimalisir tindakan negatif dari anak. Selain itu, orangtua harus berkomitmen, begitu pentingnya pendidikan bagi masa depan si anak,” kata Kadis Pendidikan, Senin (27/11/2023).
Pendidikan bukanlah suatu tolak ukur kesuksesan seseorang, tetapi dengan pendidikan setidaknya dapat memberikan bekal bagi seseorang untuk dapat menggali ilmu dan potensi sesuai dengan kemampuannya serta dapat menunjang pola pikir yang lebih ekspresif. Orangtua anak harus punya komitmen untuk ini, dan tau apa perannya sebagai orantua.
“Komitmen orang tua merupakan hal yang utama terhadap pendidikan anaknya. Orangtua harus memberikan dukungan atas apa yang telah dicita-citakan anaknya, meskipun demikian seorang anak juga tidak lepas dari harapan orang tua. Komitmen disini yaitu orang tua harus menyadari apa sebenarnya peran orang tua terhadap masa depan anaknya,” ungkapnya.
Kecenderungan anak menyalah-gunakan narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran dan tanggung jawab orang tua. Sekalipun lingkungan seperti keluarga, sekolah dan teman sebaya mempunyai pengaruh yang besar bagi anak, tetapi apabila orang tua dapat melaksanakan peran dan tanggung jawabnya, maka pengaruh lingkungan tersebut dapat ditekan seminimal mungkin.
“Orang tua sebagai panutan. Orang tua perlu memberikan contoh kepada anaknya baik dalam lingkup rumah ataupun luar rumah, harus sesuai apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan,” katanya.
“Orang tua menjadi teman diskusi. Apapun yang disampaikan anak, baik berita baik atau buruk perlu didengarkan dengan baik. Anak perlu diajak berdialog secara lebih terbuka dan mendalam. Untuk itu diperlukan waktu yang tepat, dengan tetap menjaga kerahasiaan anak, memperhatikan segala ekspresi wajah dan tingkah laku serta emosi anak,” sambungnya.
Orang tua kata Kadis Pendidikan, perlu mengikuti perkembangan dan permasalahan anak, sehingga dapat memberikan penjelasan bila anak bertanya tentang berbagai permasalahan anak, termasuk masalah narkoba.
“Untuk itu orang tua perlu belajar dan membaca buku-buku tentang narkoba. Agar anak bisa diedukasi sejak dini, bahwa narkoba itu berbahaya bagi kesehatan dan masa depan,” urainya.
Kadis Pendidikan menambahkan, orang tua mampu membuat aturan secara konsisten, kontinyu dan konsekuen.
“Aturan yang dibuat orang tua harus dipertimbangkan dan disetujui bersama dengan semua anggota keluarga. Aturan yang telah ditetapkan oleh orang tua harus dilaksanakan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk orang tua sendiri,” pungkasnya. (SP)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan