Asahan, Beritamerdekaonline.com – Polres Asahan melalui Operasi Sikat Toba II 2024 sukses mengungkap 17 kasus kriminal, menangkap 17 tersangka dari berbagai target. Dalam konferensi pers pada Rabu, 23 Oktober 2024, Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, menegaskan bahwa kasus-kasus ini mencakup pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat). Satu kasus curas berhasil diungkap dengan satu tersangka, sementara 16 kasus curat melibatkan 16 tersangka. Operasi ini berlangsung selama 21 hari dengan hasil yang signifikan.

Salah satu kasus yang mencuri perhatian publik adalah penganiayaan anak di bawah umur yang sempat viral dan dikaitkan dengan geng motor. Namun, AKBP Afdhal Junaidi meluruskan isu tersebut, menegaskan bahwa penganiayaan itu tidak terkait dengan geng motor. “Penganiayaan itu dilakukan oleh teman korban yang juga masih di bawah umur. Tidak ada kaitan dengan geng motor,” jelasnya.
Korban, berinisial MHA, mengalami luka akibat penganiayaan oleh tiga tersangka, yakni FMS, AZR, dan GS, yang semuanya masih duduk di bangku SMA. Meskipun mereka terjerat hukum, para pelaku tidak ditahan karena status mereka sebagai anak di bawah umur.
Kapolres juga menekankan pentingnya masyarakat tidak terpancing isu hoaks terkait geng motor yang beredar luas di tengah masyarakat. “Polres Asahan mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas dasar dan faktanya. Jangan mengaitkan peristiwa yang tidak ada hubungannya dengan geng motor,” tegasnya. (Dodi Antoni)
Dengan hasil operasi ini, Polres Asahan berkomitmen untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya, sambil memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi. (Dodi Antoni)



Tinggalkan Balasan