JEPARA, Berita Merdeka Online – Kapolres Jepara AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menyatakan apresiasi mendalam kepada ratusan personel yang terlibat dalam menjaga kelancaran dan ketertiban acara pesta Lomban.
Tradisi Pesta Lomban, yang juga dikenal sebagai Bodo Kupat, merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh masyarakat Jepara setiap bulan Syawal.
Acara ini diselenggarakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, satu minggu setelah Idul Fitri.
Puncak acara Pesta Lomban ditandai dengan pelarungan kepala kerbau ke laut beserta sesaji di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kelurahan Jobo Kuto, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.
Para peserta, termasuk kapal-kapal nelayan, memperebutkan sesaji tersebut karena diyakini akan mendatangkan rejeki berlimpah ruah menurut kepercayaan lokal dan sebagai bentuk ucapan syukur serta penolak bala.
Kapolres Jepara mengungkapkan bahwa kesuksesan acara ini tidak terlepas dari kesiapan dan kerja keras 480 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, Basarnas, dan stakeholder lainnya.
“Hal ini tidak terlepas dari kesiapan dan kesigapan 480 personel gabungan yang terdiri TNI-Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, Basarnas dan stakeholder lainnya,” ujar AKBP Wahyu saat ditemui usai kegiatan pesta lomban di Pantai Kartini Jepara, Rabu (17/4/2024).
Dia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan, mulai dari rangkaian kegiatan penyembelihan hewan kerbau hingga pelarungan kepala kerbau ke laut.
Sementara itu, Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperingati nilai sejarah dan budaya Kabupaten Jepara.
“Mengingat peristiwa sejarah ketika pejabat dari Kabupaten Jepara pernah berlayar menuju Karimunjawa di tengah lautan dengan bantuan dari Cik Lanang dan Ronggomulyo, maka kegiatan ini harus terus dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, tradisi ini merupakan ungkapan terima kasih atas hasil laut yang diperoleh oleh para nelayan saat mereka melaut.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Ketua DPRD Jepara, Haizul Ma’arif, yang mengapresiasi pelaksanaan kegiatan lomban yang diadakan oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
“Ini merupakan bagian dari kearifan lokal dan tradisi masyarakat yang telah lama kita lestarikan,” ungkapnya.
Sebagai tambahan informasi, rombongan Pj Bupati Jepara membawa sesaji kapal larung yang berisikan kepala kerbau berlayar dari TPI Ujungbatu hingga ke tengah laut Jepara.
Selama perjalanan, rombongan Pejabat Bupati Jepara diikuti oleh ratusan kapal nelayan yang diisi oleh masyarakat yang ingin merebut larungan yang akan dicurahkan oleh Pj Bupati Jepara.
Ketika mencapai tengah laut Jepara, kapal pembawa kepala kerbau langsung dicurahkan ke laut, kemudian kapal larung direbut oleh warga yang segera menjatuhkannya ke laut.
Terlihat bahwa ribuan masyarakat sangat antusias dalam merebut kepala kerbau yang terdapat di kapal larung. (Kus)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan