‎Kampar, Beritamerdekaonline.com – Kapolri meninjau pabrik pupuk batu bara milik PT Bursatani Futura Andyta di Sungai Pinang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (8/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus melihat secara langsung inovasi pupuk berbahan baku batu bara berkalori rendah yang telah dipasarkan hingga ke berbagai negara.

‎Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara di Kampar, Dukung Ketahanan Pangan dan Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor.


‎Dalam kunjungan itu, Kapolri didampingi jajaran terkait dan disambut Direktur Utama PT Bursatani Futura Andyta, Raden Umar Hasan Saputra. Kapolri menerima paparan mengenai pengembangan produk Pupuk Futuraplus Presisi sebelum meninjau langsung proses produksi di area pabrik.

‎PT Bursatani Futura Andyta merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk batu bara dengan luas area sekitar 20 hektare. Perusahaan tersebut mempekerjakan 31 orang yang terdiri atas tenaga administrasi dan umum, petugas keamanan, tenaga produksi, serta tenaga kerja tidak tetap.

‎Pabrik beroperasi selama delapan jam setiap hari dengan kapasitas produksi mencapai 24 ton per hari atau sekitar 480 ton per bulan. Bahan baku utama yang digunakan adalah batu bara berkalori rendah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

‎Pupuk batu bara yang diproduksi memiliki kandungan asam humat lebih dari 20 persen, karbon organik minimal 15 persen, serta unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman. Kandungan tersebut berfungsi membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas biologis tanah, serta mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan.

‎Direktur Utama PT Bursatani Futura Andyta, Raden Umar Hasan Saputra, menjelaskan bahwa inovasi pupuk batu bara yang dikembangkan perusahaan telah memperoleh berbagai pengakuan, mulai dari izin edar Kementerian Pertanian hingga perlindungan hak kekayaan intelektual di dalam dan luar negeri.

‎”Pupuk Futuraplus Presisi merupakan hasil inovasi yang memanfaatkan batu bara berkalori rendah menjadi produk yang bernilai tambah bagi sektor pertanian. Produk ini telah memperoleh izin edar dari Kementerian Pertanian, paten di Indonesia dan Amerika Serikat, serta merek di China. Saat ini kami juga telah mengembangkan pabrik di Zimbabwe dan Nigeria, sementara produk kami telah diekspor ke Amerika Serikat, Nigeria, Zimbabwe, dan Botswana,” ujar Raden Umar Hasan Saputra.

‎Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, PT Bursatani Futura Andyta juga bekerja sama dengan Polri dalam pengembangan Pupuk Futuraplus Presisi yang diformulasikan sesuai kebutuhan kelompok tani binaan Polri.

‎Pada kesempatan tersebut, Kapolri menyerahkan bantuan sebanyak 80 ton Pupuk Futuraplus Presisi kepada lima kelompok tani di Provinsi Riau. Bantuan disalurkan kepada kelompok tani di Kabupaten Rokan Hulu, Pelalawan, Kampar, Siak, serta Kecamatan Tambang.

‎Kapolri menegaskan bahwa inovasi di sektor pertanian perlu terus didorong karena memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

‎”Polri mendukung setiap inovasi yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional. Sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat nyata bagi para petani,” ujar Kapolri.

‎Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk melihat potensi pengembangan industri pupuk nasional berbasis sumber daya dalam negeri. Selain mampu mendukung kebutuhan sektor pertanian, produk pupuk batu bara hasil inovasi anak bangsa itu juga telah menunjukkan daya saing di pasar internasional melalui ekspor ke sejumlah negara.


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.