SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kecelakaan karambol melibatkan tiga kendaraan terjadi di KM 428.100 jalur B Tol Solo-Semarang pada Jumat pagi, 3 Januari 2025. Insiden ini melibatkan truk pengangkut bahan kimia Hidrogen Peroksida (H2O2), sebuah bus antar kota, dan sebuah minibus.
Tumpahan cairan kimia yang memenuhi sisi kiri jalan tol menjadi sorotan, membuat peristiwa ini cepat viral di media sosial.
Kapolres Semarang AKBP Ike Yulianto bersama jajarannya, termasuk Wakapolres Kompol Fandy Setiawan dan Kasat Lantas AKP Lingga Ramadhani, langsung turun ke lokasi untuk mengoordinasikan evakuasi.
Tim gabungan dari Polres, pengelola tol (TMJ), dan pemadam kebakaran Kabupaten Semarang bekerja bahu-membahu membersihkan tumpahan cairan.
“Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Kami memastikan cairan kimia dibersihkan secara menyeluruh agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujar Kapolres Ike Yulianto.
Proses pembersihan cairan kimia di permukaan jalan berlangsung secara intensif. Meski arus lalu lintas sempat tersendat, kondisi kembali normal setelah seluruh kendaraan dievakuasi dan tumpahan cairan diatasi.

Menurut Kanit Gakkum Ipda Handriyani, insiden ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Bus Gunung Harta berpelat DK 7169 GH menabrak bagian belakang truk muatan H2O2 (W 8930 CA) yang berada di lajur kiri, menyebabkan truk terdorong hingga terbalik ke parit. Bus kemudian oleng ke kanan dan menabrak Toyota Avanza berpelat BN 1617 QK di lajur kanan.
“Tabrakan ini membuat truk terguling di parit dan minibus berputar arah akibat benturan,” jelasnya.
Kernet truk, Andi Setiawan (26), mengalami luka sobek di bagian dahi dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Gondo Suwarno. Ia mengaku sempat pingsan akibat benturan keras.
“Kami dalam perjalanan dari Solo ke Pekalongan. Saat itu, tiba-tiba bus menabrak truk hingga kami masuk ke parit,” ungkap Andi.
Pihak Sat Lantas Polres Semarang masih menyelidiki penyebab utama kecelakaan ini. Menurut Kasat Lantas AKP Lingga Ramadhani, dugaan awal menunjukkan bus melaju dengan kecepatan tinggi sehingga sopir kehilangan kendali saat mendahului minibus.
Muatan H2O2, yang merupakan bahan kimia untuk pewarna tekstil, sempat tercecer di jalan, namun berhasil dibersihkan dalam waktu singkat. (lim)




Tinggalkan Balasan