SEMARANG, BERITAMERDEKAONLINE.COM – Kericuhan suporter meluas di luar Stadion Jatidri pasca laga PSIS Semarang vs PSS Sleman. Sebanyak lima bus pengangkut suporter Sleman dirusak segerombolan oknum  suporter PSIS.

Bus tersebut parkir di Jalan Sisingamangaraja, depan Akpol sekitaran 5 menit dari Stadion Jatidiri. Pantauan di lokasi, bus itu di antaranya; nopol H 1525 DC warna biru kuning, Bus Pansa Transport nopol AB 7582 AK warna putih biru dan nopol AD 7284 AB.

Pantauan di lokasi sekira pukul 19.32 WIB, 3 bus tersebut masih terpakir di depan Akpol. Bahkan bus H 1525 DC yang disopiri Purnomo (47) warga Yogyakarta tak bisa berjalan karena akinya dicuri.

“Tadi jam 5 sore, saya mau ke sana (Stadion Jatidiri) tidak bisa jalan (busnya) ternyata akinya hilang,” ungkap Purnomo.

Tak hanya itu, tak lama segerombolan pemuda beratribut PSIS menyerangnya. Melempari bus dengan batu dan memukuli dengan bambu.

“Saya sempat dikalungi celurit (leher diancam celurit), saya lari. Dia pakai atribut (PSIS),” ungkapnya.

Dompet, sebuah ponsel dan uang tunai miliknya Rp1 juta raib dijarah. Kini Purnomo dan para sopir lainnya masih berada di lokasi. Sejumlah polisi terlihat berjaga. Purnomo menceritakan, bus yang dikendarainya termasuk bus yang lain mengangkut suporter PSS Sleman dari DIY, berangkat sekira pukul 07.00 WIB. Pukul 14.00 WIB sampai Kota Semarang dan menurunkan suporter di Stadion Jatidiri sebelum parkir di Jl. Sisingamangaraja, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

BACA JUGA : Gunung Marapi Di Sumbar Erupsi, Pendaki Dilarang Naik – Berita Merdeka Online

Kronologi Kericuhan Suporter PSIS dengan PSS Sleman di Jatidiri Semarang

Laga lanjutan Liga 1 BRI antara PSIS vs PSS Sleman di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Minggu (3/12/2023) sore sempat terhenti akibat kericuhan suporter. Diperoleh informasi, kronologi kericuhan terjadi 5 menit masa injury time. Penonton di tribun barat yang diisi suporter PSS terlibat aksi saling lempar dengan suporter PSIS.

Aksi tersebut membuat official kedua tim beberapa terlihat berlari memasuki lapangan yang sebenarnya laga tersebut masih berlangsung. Tak lama, wasit akhirnya meniup peluit panjang tanda pertandingan usai. Tak lama, hujan lebat turun.

Melalui pengeras suara, panitia pertandingan berulang-ulang meminta penonton tertib dan tidak menyalakan falre di dalam stadion. “Penonton diimbau tertib, tidak menyalakan flare atau kembang api,” bunyi peringatan tersebut menggunakan pengeras suara.

Dalam laga tersebut, PSIS memetik 3 poin setelah unggul 1- 0 atas PSS Sleman. Gol PSIS dicetak Carlos Fortes lewat titik putih penalti di masa injury time babak pertama.  (INT)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.