SEMARANG, Berita Merdeka Online – Tragedi kecelakaan beruntun di Jalan Prof Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang pada Kamis (21/11/2024) sore menyisakan duka mendalam.

Peristiwa ini melibatkan sebuah truk tronton yang diduga mengalami rem blong, menewaskan dua orang dan melukai 10 lainnya.

Salah satu korban meninggal dunia adalah Rukoyah (41), warga Bringin RT 03 RW 01, Kelurahan Bringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Ia meninggal di tempat usai ditabrak truk tronton tersebut.

Rukoyah tengah berboncengan dengan anaknya, Friezdian Putra Pratama (17), siswa kelas 12 TSM 2 SMK Palapa Jatibarang.

Friezdian mengalami luka parah dengan patah tulang di kaki dan tangannya.

Ia kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Tugurejo Semarang.

Saat ditemui di ruang Amarylis 2.11, Friezdian menceritakan detik-detik tragedi yang merenggut nyawa ibunya.

“Saat itu kami baru saja selesai menyervis handphone di Pasar Ngaliyan dan sedang dalam perjalanan pulang,” ujar Friezdian dengan suara lirih, Jumat (22/11/2024) malam.

Mereka berdua mengendarai sepeda motor dan baru saja berbelok dari Jalan Prof Hamka Ngaliyan menuju Jalan Raya Bringin.

Namun, dari arah atas, truk tronton bermuatan aki melaju kencang dan menabrak mereka. Kerasnya benturan membuat keduanya terpental.

“Saya masih sadar dan melihat ibu tergeletak di belakang truk. Motor kami rusak parah tidak jauh dari sana,” tuturnya sambil menahan rasa sakit.

Friezdian sempat meminta tolong kepada warga sekitar. Beberapa orang membantu mengevakuasinya ke tempat yang lebih aman sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit.

Ia juga menggambarkan suasana sesaat sebelum kecelakaan terjadi.

Menurutnya, lokasi kejadian saat itu sedang ramai dengan aktivitas warga, terutama karena bertepatan dengan jam pulang kerja.

“Rasanya begitu cepat. Padahal saya tidak melihat ada truk datang. Saya tidak menyangka ini terjadi,” katanya.

Kecelakaan ini menjadi pengingat betapa pentingnya keamanan dan perawatan kendaraan, terutama truk besar yang melintas di jalanan padat.

Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap penyebab pasti insiden ini.

Duka mendalam dirasakan keluarga korban, terutama Friezdian yang kini harus menghadapi kehilangan besar.

Dukungan dan doa terus mengalir dari kerabat dan tetangga yang turut bersimpati atas musibah ini.

Keluarga berharap, pihak terkait khususnya Satlantas dan Dishub bisa lebih tegas lagi dalam menegakkan peraturan, utamanya saat jam-jam larangan melintas bagi truk bermuatan lebih dari batas yang ditentukan. (lim)