‎Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Azea Bengkulu Internasional resmi mencatatkan tonggak sejarah baru dalam upaya penyaluran tenaga kerja terampil ke luar negeri. Tepat pada hari ini, Jumat, 8 Mei 2026, sebanyak sembilan siswa terbaik dari lembaga tersebut melaksanakan ujian Japan Foundation Test for Basic Japanese (JFT-Basic) A2 di Jakarta.

Langkah Perdana Menuju Negeri Sakura: 9 Siswa LPK Azea Bengkulu Internasional Ikuti Ujian JFT-Basic di Jakarta.


‎Sekretaris LPK Azea Bengkulu Internasional, Efri Marlovi, menyampaikan bahwa momen ini merupakan kali pertama bagi siswa murni hasil didikan LPK Azea Bengkulu untuk menjajal kemampuan bahasa Jepang mereka dalam ujian skala internasional tersebut. Keberangkatan sembilan siswa ini menjadi bukti komitmen lembaga dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) asal Bengkulu yang siap bersaing secara global.



‎Perjalanan para siswa menuju lokasi ujian di Jakarta dilalui dengan penuh semangat dan kemandirian. Mengingat jarak tempuh dan efisiensi waktu, para siswa terbagi dalam dua moda transportasi darat. Sebanyak tujuh orang siswa memilih menggunakan mobil sewaan (rental) agar dapat berkoordinasi dengan lebih fleksibel, sementara dua orang lainnya berangkat menggunakan layanan bus antar-provinsi.

‎Adapun daftar sembilan siswa yang berjuang dalam ujian hari ini adalah:

‎ 1. Teguh Irvan Syaputra
‎ 2. Bintang Fero Prasetyo
‎ 3. Eza Putra Pratama
‎ 4. Rian Firmansyah
‎ 5. Dani Nofransyah
‎ 6. Muhammad Rasya Rahan
‎ 7. Yeli Fitri Nengdi
‎ 8. Briliana Ensanti
‎ 9. Albert Dani

“Ini adalah momen perdana bagi siswa asli Azea yang mengikuti ujian JFT A2 langsung di Jakarta. Kami sangat bangga melihat keberanian dan persiapan yang telah mereka lakukan selama masa pelatihan di Bengkulu,” ujar Efri Marlovi dalam keterangan resminya, di LPK Azea Bengkulu Internasional, Jumat (08/5/2026).

‎Ujian JFT-Basic ini merupakan syarat mutlak bagi para calon pekerja migran untuk mendapatkan status visa Specified Skilled Worker (SSW) atau Pekerja Berketrampilan Spesifik. Jika berhasil lulus dan mendapatkan sertifikat kemampuan bahasa Jepang level A2, para siswa tidak akan langsung berpuas diri.

‎Efri menjelaskan bahwa langkah selanjutnya setelah kelulusan JFT adalah mengikuti ujian kompetensi teknis di bidang “Building Cleaning” (Pembersihan Gedung). Sektor ini merupakan salah satu bidang yang sedang sangat dibutuhkan di Jepang dengan prospek kesejahteraan yang menjanjikan bagi para pekerja asing.

‎Pihak manajemen LPK Azea Bengkulu Internasional berharap seluruh siswa dapat memberikan hasil terbaik dan membawa kabar baik saat kembali ke Bengkulu nantinya. Keberhasilan mereka diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Bengkulu lainnya untuk tidak ragu mengejar impian berkarier di kancah internasional.

‎”Kami memohon doa dari masyarakat Bengkulu agar mereka semua lulus dengan nilai yang memuaskan. Ini bukan sekadar ujian bahasa, melainkan gerbang pembuka menuju perubahan ekonomi dan peningkatan taraf hidup bagi keluarga mereka,” tutup Efri dengan penuh harap.

‎Dengan persiapan matang yang telah dilalui selama berbulan-bulan di kelas intensif, sembilan “Ksatria Azea” ini diharapkan mampu menaklukkan soal-soal ujian dan segera terbang menuju Negeri Matahari Terbit untuk mewujudkan cita-cita mereka.