Jakarta, Beritamerdekaonline.com – Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin, secara resmi menyampaikan imbauan kepada seluruh pihak yang bertikai di kancah internasional untuk menahan diri di tengah peningkatan eskalasi konflik bersenjata yang kian mengkhawatirkan.

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Serukan Gencatan Senjata Global Jelang Idulfitri 1447 H.


Seruan tersebut disampaikan menyusul kondisi geopolitik global yang dinilai dapat mengganggu stabilitas negara-negara Muslim, terutama dalam suasana bulan suci Ramadhan yang penuh kedamaian.

‎Dalam keterangan resminya pada Rabu (17/03), Sultan menekankan pentingnya menjaga kesucian momentum keagamaan bagi umat Islam di seluruh dunia. Menurutnya, konflik yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada aspek keamanan, tetapi juga mencederai semangat spiritualitas yang tengah dijalankan oleh jutaan umat Muslim.

‎”Semua pihak diminta untuk menahan diri demi menjaga persatuan umat Islam menjelang Idulfitri. Hari Raya Idulfitri merupakan hari besar yang menjadi simbol dan momentum kembalinya umat ke fitrah atau kesucian. Oleh karena itu, perdamaian harus diprioritaskan di atas kepentingan politik apa pun,” ujar Sultan melalui rilis pers tertulisnya.

‎Sebagai representasi dari negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Sultan menyatakan bahwa rakyat Indonesia merasa sangat prihatin atas peristiwa peperangan yang mengancam stabilitas regional. Ia menegaskan posisi Indonesia yang senantiasa mendorong penghentian permusuhan demi kemanusiaan. Menurutnya, dalih apa pun tidak dapat membenarkan berlanjutnya pertikaian yang merugikan warga sipil dan merusak tatanan perdamaian dunia.

‎Ketua Dewan Pembina Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) ini juga memberikan perhatian khusus terhadap arus informasi di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia meminta masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu terkait konflik global, seperti ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat, yang beredar di media sosial.

‎”Masyarakat harus bijak dalam menyaring informasi. Jangan sampai isu-isu yang belum tentu valid membuat situasi di dalam negeri menjadi tidak kondusif. Saya pribadi sangat mengapresiasi sikap negara-negara Muslim yang memilih untuk tidak memperkeruh keadaan dengan tidak melakukan serangan balasan yang tidak perlu,” lanjut tokoh asal Bengkulu tersebut.

‎Menutup pernyataannya, Sultan Baktiar Najamudin mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia dan komunitas internasional, khususnya negara-negara Muslim, untuk memfokuskan energi pada ibadah di sisa bulan Ramadhan.

Ia berharap momentum menjelang Idulfitri 1447 Hijriah ini menjadi titik balik bagi tercapainya perdamaian abadi dan penguatan ukhuah islamiah secara global. Dengan tetap fokus pada nilai-nilai kemanusiaan, diharapkan stabilitas dunia dapat segera pulih kembali.