Jakarta, Berita Merdeka Online — Senin (12/1/2026). Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi capaian sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional yang pada tahun 2025 berhasil memenuhi bahkan melampaui target lifting minyak APBN sebesar 605 ribu barel per hari (bph). Capaian ini menjadi yang pertama dalam delapan tahun terakhir, sekaligus menandai pembalikan tren stagnasi produksi minyak nasional.
Menurut Bambang, keberhasilan tersebut mencerminkan perbaikan fundamental dalam tata kelola sektor hulu migas, setelah bertahun-tahun realisasi lifting selalu berada di bawah asumsi anggaran. Ia menilai capaian 2025 bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator adanya perubahan nyata dalam pengelolaan produksi energi nasional.
Bambang menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kepemimpinan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia beserta jajaran Kementerian ESDM, SKK Migas, dan para kontraktor kontrak kerja sama. Gaya kepemimpinan yang dinilai tegas, responsif, dan fokus pada eksekusi lapangan disebut mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan struktural.

“Untuk pertama kalinya dalam delapan tahun, target lifting minyak APBN dapat dicapai dan dilampaui. Ini menunjukkan leadership yang kuat dan kerja lapangan yang terukur,” ujar Bambang.
Ia menjelaskan, pemerintah mendorong optimalisasi lapangan eksisting, percepatan pengembangan lapangan baru, serta memperkuat koordinasi lintas lembaga di sektor energi. Langkah-langkah tersebut dinilai efektif menjaga kesinambungan produksi di tengah penurunan alamiah lapangan tua.
Selain capaian produksi, Bambang juga menyoroti lonjakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM yang meningkat signifikan, seiring dengan perbaikan tata kelola dan penguatan pengawasan. Kinerja ini memberikan dampak positif terhadap fiskal negara dan memperkuat ketahanan energi nasional melalui pengurangan tekanan impor minyak.
Dari perspektif makro, capaian lifting minyak di atas target APBN dan peningkatan PNBP berkontribusi terhadap stabilitas APBN, meningkatkan kredibilitas asumsi makro ekonomi, serta memperkuat posisi sektor ESDM sebagai salah satu penopang utama penerimaan negara.
Bambang menegaskan bahwa sektor ESDM menyumbang sekitar 16 persen terhadap total penerimaan negara, sehingga peningkatan kinerjanya memiliki arti strategis bagi kesinambungan pembangunan nasional. Ia optimistis kinerja sektor hulu migas dapat terus ditingkatkan pada 2026 dan seterusnya.
“Dengan fondasi produksi yang lebih kuat, tata kelola yang membaik, serta kepemimpinan yang solid, kami optimistis sektor hulu migas dapat terus memberikan kontribusi maksimal bagi negara dan rakyat,” pungkas legislator Partai Golkar dari daerah pemilihan Bangka Belitung itu. (S4F)




Tinggalkan Balasan