Aceh Utara, BMO – Sebagai lembaga penyelenggara pemilu, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh utara memiliki tugas besar untuk memastikan jalannya proses demokrasi melalui pemilihan umum.

“Akan tetapi, dukungan untuk KIP Aceh Utara dinilai dari sisi kelembagaan sangat minim dibandingkan dengan tugas besar yang diembannya. Salah satu kebutuhan yang diperlukan KIP Aceh Utara saat ini yakni gudang logistik, dan sarana prasarana,”ungkap Hamdani,S.Ag.M.Kom.I (foto) kepada media ini, rabu (04/09/2019) dikantornya.

Kebutuhan gudang disesuaikan dengan jumlah daerah pemilihan di Kabupaten Aceh Utara yaitu enam daerah pemilihan (dapil). Pemisahan tempat penyimpanan logistik bertujuan menghindari potensi surat suara tertukar antar daerah pemilihan.

Hamdani mengatakan KIP Aceh Utara belum memiliki gudang penyimpanan logistik. Saat ini, salah satu ruangan kantor KIP Aceh Utara dan kantor lembaga penyelenggara pemilu yang lama serta beberapa tempat lainnya dijadikan sebagai tempat penyimpanan logistik pemilu.

Keberadaan gudang disetiap lokasi tersebut dinilai tidak representatif untuk dijadikan tempat penyimpanan seluruh logistik kebutuhan pemilihan.

Selain keberadaan dinilai sangat mendesak. Apalagi sarana-prasarana yang dimiliki KIP yang berada di Jalan Banda Aceh – Medan gampong Alue Mudem kecamatan Lhoksukon ini juga jauh dari ideal.

Dalam pemilu sebelumnya, detiap TPS akan mendapatkan lima kotak suara yang terdiri dari pemilihan presiden/wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten.

“Gudang itu harus menampung sekitar belasan ton kotak suara . Kalau surat suara didistribusikan ke kecamatan. Dan rata-rata aula di kecamatan kita kecil- kecil dan itu tidak mungkin kita harus menyimpan logistik di sana,”ujar Hamdani.

Lanjut dia, selain dibutuhkan untuk tempat penampungan dan menyimpan logistik pemilu, juga akan digunakan untuk rekapitulasi tingkat kecamatan. Sebab surat suara dari tingkat TPS akan langsung dibawa ke tingkat kecamatan untuk direkap.

“Karena rekap pemilu ini dari TPS ke kecamatan tidak di gampong – gampong. Sehingga membutuhkan tempat yang luas agar dimungkinkan rapatnya paralel dan itu membutuhkan lokasi yang lebih luas ketika pileg dan pilpres yang lalu,” kata dia.

Dikhawatirkan, dengan curah hujan juga bakal berpotensi menyebabkan banjir. Tak hanya banjir, juga kemungkinan besar bakal terendam kotak suara di kantor KIP Aceh Utara lama dan dipicu turunnya hujan lebat di kawasan tersebut, hingga rusak surat suara.

“Tentu harapan kami, dalam menyelenggarakan pemilu nanti, kami juga punya mimpi agar semua komponen KIP mendapat dukungan dari seluruh stakeholder, baik untuk memenuhi kebutuhan SDM, anggaran dan sarana-prasarana,” kata dia. (War)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.