SALATIGA, Berita Merdeka Online – Konflik hutan adat Papua menjadi perhatian beberapa pihak. Edison Swebu Ketua LSM Barisan Rakyat Peduli Nusantara (Barapen) Papua, angkat bicara mengenai konflik hutan adat Papua, antara investor tambang Nicholas Nyoto Prasetyo sekaligus pemilik koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN) di Salatiga dengan kepala adat di Kampung Sawe Suma, Distrik Unurum Guay, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. Ia menyoroti netralitas Polres Salatiga dalam kasus ini.
“Saya menyoroti terhadap kinerja Polres Salatiga menyangkut masalah konflik hutan adat Papua, menuntut keadilan kepada Nusantara group. Kami memantau kepolisian tidak netral, seakan-akan berpihak kepada Nicho. Seharusnya mereka membela masyarakat Papua dengan mendesak pihak BLN, kami datang untuk menuntut keadilan atas hutan adat yang dirusak,” kata Edison, melalui panggilan selular, Kamis (11/7/2024).
Perlakuan istimewa terhadap Nicho saat berada di Polres Salatiga juga menjadi sorotannya. Termasuk adanya diduga oknum anggota TNI yang memback up Nicho dalam konflik hutan adat Papua ini.
“Seakan-akan kita anggota militer yang bermasalah, padahal kita masyarakat Papua yang sedang berkonflik dengan bos BLN bukan dengan militer,” ujar dia.
“Masalah konflik hutan adat Papua memang lokasi kejadian di Papua tetapi berhubung Nicho bertempat tinggal di Salatiga jadi wajar kita datang untuk menuntut disini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Edison meminta pihak Nusantara group jangan menghindar dari masalah pengrusakan hutan adat di Papua.
“Nicho itu pemberi dana kepada Supriyono selaku pelaksana lapangan dihutan adat Kampung Sawe Suma,” tandasnya.
Lebih lanjut Edison menyayangkan saat mediasi yang diinisiasi Polres Salatiga dan dihadiri oleh Forkopimda Salatiga, pihak Nicho tidak menghadirinya.
Sementara itu, Yosi Marten Basaur, penerima kuasa dari pemilik lahan hutan adat Kampung Sawe Suma, mengatakan pihak Polres Salatiga tidak bisa menjadi penengah.
“Dari beberapa tahap mediasi dan beberapa alat bukti yang ada di Polres Salatiga, seakan-akan kita ini sedang berkonflik dengan TNI. Saat didalam Polres Salatiga, Nicho dikeremuni diduga oknum anggota TNI untuk melindunginya,” ujar Marten.
“Dalam waktu dekat saya akan melaporkan kinerja Polres Salatiga ke Propam Mabes Polri, Irwasum Polri, dan Kapolri,” kata Marten.
Sebagai informasi, berdasarkan hasil rapat secara internal Pemkot Salatiga bersama Dinas Koperasi Salatiga bahwa koperasi BLN ilegal, BLN tidak memiliki izin cabang di Salatiga.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan