WONOGIRI, Berita Merdeka Online – Dugaan temuan belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SMKN 1 Guli Bulukerto, Kabupaten Wonogiri, memicu perhatian publik. Peristiwa yang terjadi pada Selasa, 20 Oktober 2026, itu menjadi viral setelah tiga siswa dilaporkan menemukan ulat dalam sayur yang disajikan melalui program MBG.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi para pelajar. Program yang bertujuan mendukung pemenuhan gizi siswa itu kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan adanya organisme menyerupai belatung di dalam salah satu menu makanan.

Menu MBG tersebut disebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulurejo, Bulukerto. Kasus ini juga menarik perhatian Satgas Relawan MBG Wonogiri.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga siswa SMKN 1 Guli Bulukerto melihat adanya ulat dalam sayur yang disajikan sebagai bagian dari menu MBG. Temuan itu kemudian menjadi perbincangan setelah dokumentasinya menyebar di media sosial.

Dugaan temuan ulat dalam menu Makan Bergizi Gratis di SMKN 1 Guli Bulukerto, Wonogiri.

 

Peristiwa tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai proses pengolahan, pemeriksaan, hingga pendistribusian makanan sebelum sampai ke tangan siswa.

Keamanan pangan dalam program MBG menjadi hal mendasar yang tidak boleh diabaikan. Makanan yang dibagikan kepada pelajar semestinya melalui proses pemeriksaan yang memadai agar layak dikonsumsi dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan penerimanya.

Meski demikian, penyebab munculnya benda yang disebut sebagai ulat atau belatung tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala SPPG Bulurejo, Alana Rizki, saat dihubungi awak media melalui pesan WhatsApp, membantah adanya menu MBG yang mengandung ulat.

Pernyataan tersebut berbeda dengan informasi mengenai temuan yang dilaporkan siswa dan beredar di media sosial. Karena itu, diperlukan klarifikasi lebih lanjut serta pemeriksaan terhadap sampel makanan dan proses penyediaannya untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Dalam penanganan kasus seperti ini, verifikasi menjadi penting agar persoalan tidak berhenti pada bantahan ataupun informasi viral semata. Pemeriksaan yang transparan diperlukan untuk menjawab pertanyaan publik mengenai kelayakan makanan yang dibagikan kepada para siswa.

Kepala SMKN 1 Guli Bulukerto, Tri Susilowati, membenarkan adanya kejadian tersebut saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Tri menjelaskan bahwa pihak sekolah meminta siswa memotret dan merekam video apabila menemukan sesuatu yang tidak semestinya di dalam makanan MBG.

“Jika menemukan sesuatu di dalam makanan MBG, siswa diminta untuk memfoto dan memvideokannya,” demikian penjelasan Tri Susilowati sebagaimana disampaikan kepada awak media.

Dokumentasi tersebut dapat menjadi bahan awal untuk menelusuri kejadian. Namun, untuk memastikan jenis benda yang ditemukan, sumber kontaminasi, serta pihak yang bertanggung jawab, tetap diperlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

Kasus dugaan temuan belatung dalam menu MBG ini menjadi pengingat bahwa keamanan pangan bagi pelajar harus ditempatkan sebagai prioritas. Program pemenuhan gizi tidak cukup hanya memastikan makanan tersedia dan terdistribusi, tetapi juga harus menjamin kualitas serta kelayakannya untuk dikonsumsi.

Apabila dugaan tersebut terbukti, evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, jika ditemukan fakta berbeda, hasil pemeriksaan harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi.

Hingga informasi ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai hasil pemeriksaan resmi yang memastikan penyebab temuan tersebut maupun kesimpulan mengenai pihak yang bertanggung jawab.

Penulis: Kastomo


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.