SEMARANG, Berita Merdeka Online – Kehadiran puluhan ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai memberi warna baru bagi penguatan ekonomi berbasis desa di Indonesia.
Hingga kini, sebanyak 83 ribu koperasi hadir sebagai penggerak utama aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur digital nasional, pemerintah menilai tantangan terbesar bukan lagi soal ketersediaan jaringan internet, melainkan kemampuan koperasi desa dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital secara maksimal.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong transformasi digital bagi UMKM dan koperasi agar mampu bersaing di era ekonomi modern.
Direktur Ekosistem Media Kementerian Komdigi, Farida Dewi Maharani, menegaskan langkah tersebut saat membuka Workshop Media “Cerita Koperasi Desa, Jadi Berita Bermakna” di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (6/5/2026).
Menurut Farida, koperasi desa memegang peran strategis dalam menopang perekonomian nasional.
Namun, dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang masuk ke ekosistem digital.
Ia menilai digitalisasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, media, koperasi, dan pelaku usaha agar UMKM mampu berkembang lebih cepat dan berkelanjutan.
“Transformasi digital harus mendorong UMKM menjadi lebih adaptif, memiliki akses pasar lebih luas, dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.
Infrastruktur Digital Perluas Peluang Ekonomi
Farida menjelaskan, pemerintah terus memperluas jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah.
Saat ini, jaringan 4G menjangkau hampir seluruh populasi Indonesia, sementara layanan 5G hadir di sejumlah pusat ekonomi dan kawasan perkotaan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur digital tidak hanya memperluas konektivitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.
Akses internet yang semakin baik membantu koperasi desa dan UMKM memperluas pemasaran produk, meningkatkan efisiensi usaha, hingga memperkuat ekonomi daerah.
“Desa memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru jika mendapat dukungan konektivitas dan literasi digital yang memadai,” tambahnya.
Simkopdes Dorong Tata Kelola Modern
Asisten Deputi Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Riza Azmi, mengatakan seluruh KDKMP kini mulai menggunakan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa atau Simkopdes.
Program yang mulai berjalan sejak Juli 2025 itu menjadi bagian dari modernisasi tata kelola koperasi di Indonesia.
Menurut Riza, Simkopdes membantu koperasi menjalankan administrasi yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses anggota.
“Platform ini menjadi fondasi penting bagi pengelolaan koperasi modern sekaligus memperkuat kepercayaan anggota,” jelasnya.
Media Angkat Cerita Inspiratif Desa
Workshop media yang berlangsung di Semarang menjadi lanjutan kegiatan serupa yang sebelumnya hadir di Bandung pada April 2026.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Komdigi mendorong media massa agar lebih aktif mengangkat kisah koperasi desa dan UMKM dengan pendekatan yang lebih menarik, kontekstual, dan berdampak bagi masyarakat.
Jurnalis senior sekaligus akademisi Universitas Padjadjaran, Abie Besman, menilai banyak pemberitaan koperasi masih terjebak dalam narasi seremonial sehingga kurang menarik perhatian publik.
Ia menekankan pentingnya menggali sisi kemanusiaan, dampak sosial, hingga tantangan yang muncul di tengah perkembangan koperasi desa agar berita terasa lebih hidup dan relevan.
“Berita harus memiliki nilai, dampak, dan kedekatan dengan masyarakat. Dari situlah publik tertarik membaca,” kata Abie.
Melalui workshop tersebut, Kementerian Komdigi berharap media mampu menghadirkan pemberitaan yang edukatif, objektif, dan membangun optimisme terhadap peran koperasi desa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Mualim




Tinggalkan Balasan