Aceh Timur, Berita Merdeka Online – Mariana Yusuf (33), warga Desa Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, menjadi salah satu korban insiden menghirup gas beracun dari sebuah perusahaan yang sedang beroperasi di wilayah tersebut. “Kejadian ini terjadi pada hari Minggu, 24 September 2023”. Mariana menceritakan pengalamannya saat sedang menonton pertandingan sepak bola antar kampung sekitar pukul 17.30 WIB. Tanpa diduga, ia dan warga lainnya mulai mengalami mual dan muntah secara tiba-tiba.
Satu per satu masyarakat mulai tumbang dan mengalami muntah-muntah. Ratusan warga berlarian menjauh dari lokasi pertandingan, namun suasana semakin mencekam dengan munculnya aroma bau busuk yang menyulitkan pernapasan. Dalam situasi panik, Mariana langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. Hingga pukul 23.30 WIB pada hari yang sama, Mariana Yusuf masih terbaring di RSUD Zubir Mahmud bersama dengan para korban lainnya yang juga dirawat di ruang IGD.
Berita Sebelumnya :
https: Gas Beracun Perusahaan PT Medco E&P Malaka, 446 KK Mengungsi
Insiden ini tidak hanya menimpa Mariana, tetapi juga banyak warga Desa Panton Rayeuk T yang mengalami gejala serupa. Mereka berusaha menyelamatkan diri dan mendapatkan bantuan medis secepatnya. Tim medis di RSUD Zubir Mahmud segera memberikan perawatan kepada para korban yang dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Beberapa korban masih memerlukan perawatan intensif akibat paparan gas beracun yang mengganggu sistem pernapasan mereka.
Pihak berwenang segera melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebocoran gas beracun ini. Perusahaan yang diduga menjadi sumber gas beracun tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang lagi dan pihak perusahaan bertanggung jawab atas insiden ini.
Di tengah situasi sulit ini, solidaritas antarwarga semakin terasa. Bantuan datang dari berbagai pihak untuk mendukung para korban. Masyarakat bersama-sama memberikan dukungan moril dan material kepada mereka yang terkena dampak. Beberapa organisasi sosial juga turut serta dalam memberikan bantuan, baik dalam bentuk obat-obatan, makanan, maupun kebutuhan lainnya.
Mariana Yusuf dan warga Desa Panton Rayeuk T lainnya berharap dapat segera pulih dari insiden ini. Mereka berharap pihak berwenang dapat memberikan penjelasan dan solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Kepedulian dan kerjasama semua pihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keselamatan masyarakat di masa depan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kejadian ini dan update terbaru, kunjungi website resmi Kabupaten Aceh Timur atau ikuti perkembangan di halaman Facebook Kecamatan Banda Alam. (MR)



Tinggalkan Balasan