SURAKARTA, Berita Merdeka Online – Kota Surakarta merupakan salah satu pilot project dari Proyek Pembangunan Perkotaan Nasional (NUDP-National Urban development Project).
Sebagaimana diketahui, NUDP memiliki empat komponen, yaitu Pengembangan kelembagaan dan kebijakan nasional perkotaan, Keterpaduan perencanaan untuk pembangunan perkotaan, Pengembangan kapasitas pengelolaan keuangan dan Dukungan pelaksanaan proyek.
Dalam rangka pelaksanaan komponen tiga tentang pengembangan kapasitas pengelolaan keuangan, maka Dirjen Bina Bangda mengadakan FGD mulai tanggal 20 sampai 22 Februari 2024.
Pesertanya terdiri dari sekretariat daerah, Bappeda dan BPKAD lima kota percontohan, salah satunya adalah kota Surakarta.
Kepastian peserta yang ikut setelah dilakukan koordinasi ke Sekretariat Daerah, Bappeda dan BPKAD selaku anggota pokja TKPK NUDP kota Surakarta.
Koordinasi dilakukan konsultan CIP yaitu Irmansyah Ilyas, ST, MT (Integrated Infrastructure Planning Expert), Sutarto, SP, M.Si (City Level Capacity Building Facilitation Coordinator) serta Indra Utama, SE, MM selaku City Coordinator City Development Planning Capacity Development (CDP-PMCD).
“Untuk kegiatan Focus Grup discussion dari BPKAD mengutus dua orang, yaitu pak Kuncoro mewakili bidang anggaran dan pak Widyo mewakili bidang asset,” kata Ari selaku Kabid Anggaran, Senin (19/2/2024).
“Seyogyanya, saya yang akan ikut, akan tetapi saat ini, kita sedang padat kegiatan,” tambahnya.
“Untuk peserta dari bappeda, saya sendiri, sedangkan untuk perwakilan dari sekretariat kota, Pak sekda berhalangan karena menghadiri kegiatan lain yang sudah direncanakan sebelumnya, beliau di wakili oleh pak Handoyo,” ujar Suryo, Kabid PPED Bappeda Kota Surakarta.
“Alhamdulillah kegiatan FGD dari kota Surakarta, anggota Pokja yang diundang, bisa ikut dan kita cukup gembira, untuk komponen dua CIP, telah melaksanakan workshop dan pelatihan,” kata Irmansyah, ST, MT yang didampingi Sutarto dan Indra utama. (IU)




Tinggalkan Balasan