KENDAL, Berita Merdeka Online – Sebuah lahan sawah yang telah lama terbengkalai di Dusun Krajan Timur, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari, Kendal, akhirnya akan dimanfaatkan kembali.
Lahan yang sebelumnya menjadi genangan air dan sarang nyamuk itu kini direncanakan untuk ditanami jagung, setelah dilakukan pengurugan oleh pemerintah desa bersama salah satu pengusaha muda Kendal, Saiful atau akrab disapa Gus Iful.
Sekretaris Desa Sendangsikucing bersama Saiful menyebut bahwa kondisi sawah yang tidak lagi produktif dan terlihat kumuh harus segera diatasi agar tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi warga sekitar.
“Sudah lama lahan itu tidak digunakan. Karena tergenang air, tempatnya jadi kumuh dan menjadi sarang nyamuk. Akhirnya warga tidak nyaman,” ujar Saiful saat ditemui di lokasi, Rabu (31/12/2025).
Ia menegaskan bahwa tujuan pengurugan semata-mata untuk menghindari genangan air dan memberikan nilai manfaat baru bagi lahan tersebut.
Saiful juga membantah pemberitaan di sejumlah media yang menyebutkan bahwa lahan akan dijadikan tanah kavling dan diperjualbelikan.
“Berita itu tidak benar. Kami tidak pernah mengatakan akan menjual lahan tersebut. Setelah diurug, lahan akan ditanami jagung agar lebih produktif,” tegasnya.
Warga sekitar menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka merasa lega karena wilayah yang tadinya kumuh dan menjadi sumber nyamuk kini tampak lebih bersih dan terang.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Carik dan Gus Iful. Sekarang tidak ada lagi genangan air, tempatnya terlihat rapi, kami jadi lebih nyaman dan lingkungan lebih sehat,” ucap salah satu warga.
Harapan warga pun muncul agar ke depan lahan tersebut tidak hanya ditanami jagung, tetapi juga bisa dikembangkan menjadi kebun buah yang bermanfaat bagi masyarakat.
Yusuf, warga lain yang turut berada di lokasi, menambahkan bahwa sawah tersebut dulunya sempat ditanami padi namun hasil panennya kurang memadai sehingga lahan dibiarkan kosong cukup lama.
“Kami tidak menolak jika ada yang ingin mengurug dan mengelola, yang penting hasilnya bermanfaat bagi warga dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Transformasi sawah tak produktif menjadi kebun jagung ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi dan lingkungan yang positif, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan lahan tidur yang efektif di wilayah Kendal. (lm)




Tinggalkan Balasan