SEMARANG, Berita Merdeka Online – Warga Desa Dawung, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang menggelar Merti Desa atau Apitan. Kegiatan tersebut dimeriahkan pawai kirab budaya dengan start dan finish di lapangan RW 03 Kelurahan Kedungpane, Semarang, Sabtu (3/6/2023) sore.
Merti Desa atau Apitan yang merupakan budaya turun temurun warga Desa Dawung ini selalu diperingati setiap tahunnya. Namun sempat terhenti selama dua tahun akibat terpaan Covid-19 sehingga pada tahun 2023 ini baru dapat dilaksanakan kembali.
Prosesi Apitan diawali dengan bersih-bersih massal di makam Sasono Langgeng yang merupakan cikal bakal Desa Dawung Semangkli.
Usai resik-resik desa, warga Desa Dawung dihibur dengan karnaval budaya yang diikuti oleh 9 RT di wilayah RW 03 Desa Dawung dengan berbagai macam kesenian dan kostum yang beraneka ragam.
Prosesi selanjutnya dilaksanakan selamatan dan doa bersama di perempatan Masjid Jami’ Assalam yang diikuti oleh seluruh warga RW 03 Dawung.
“Acara inti, kita gelar wayangan sebagai penutup rangkaian kegiatan Merti Desa sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki yang diberikan, serta hidup rukun, damai makmur di RW 03 Dawung. Sekaligus sebagai wahana menghibur warga dengan menampilkan dalang Ki Agus Gondo Saputro dari Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, dengan lakon Wahyu Sandang Pangan,” ujar Didik Sutriman Ketua RW 03 Dusun Dawung, Kedungpane, Mijen, Semarang.
Diungkapkan Didik, dengan swadaya masyarakat, gotong royong dan kebersamaan dari seluruh warga RW 03 Dawung, acara Apitan pada tahun 2023 dapat terlaksana dengan baik dan meriah.
Lurah Kedungpane, Kecamatan Mijen, Tri Sari Utami mengucapkan terima kasihnya kepada seluruh warga di RW 03 Dawung dalam upaya melestarikan budaya Jawa agar tak tergerus oleh pesatnya budaya asing yang masuk dengan canggihnya teknologi.
“Terima kasih kepada segenap warga Dawung yang telah berupaya nguri uri budaya dengan kegiatan Merti Desa sejak pagi hingga sampai nanti malam hingga dini hari nanti,” ucap Tri Sari Utami kepada awak media usai membuka dan melepas peserta karnaval budaya.
Lurah Kedungpane berharap, kegiatan Merti Desa dapat dilestarikan dan menjadi sebuah ajang kegiatan yang positif dalam rangka menampilkan budaya kearifan lokal Desa Dawung.
Dalam kesempatan tersebut, Permadani Cabang Mijen, Semarang turut berpartisipasi memeriahkan acara Merti Desa RW 03 Desa Dawung dengan menampilkan Punakawan dan pamong Permadani Cabang Mijen mengenakan seragam kebesaran Beskap turut dalam karnaval budaya.
Ketua Permadani Cabang Mijen, Edi Purnomo memberikan apresiasi kepada warga RW 03 Dawung dalam upayanya turut serta melestarikan budaya dengan menggelar acara adat Merti Desa.
“Permadani Cabang Mijen turut berpartisipasi dalam ajang Merti Desa di Dawung ini. Dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga RW 03 Dawung dalam upayanya melestarikan adat budaya Jawa agar tak tergerus oleh kemajuan jaman,” ungkap Edi Purnomo di sela-sela acara Merti Desa. (wb)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan