BERITA MERDEKA ONLINE, Aceh Utara — Lhoksukon merupakan Ibu kota Kabupaten di Aceh, terbanyak Kecamatan dan penduduknya, dengan berbagai potensi daerah dan sumber daya manusianya tentu berharap banyak akan cepat terkonsolidasi terutama dari sisi pembangunan dan tentunya pula butuh perhatian ekstra mengingat posisi strategisnya sebagai Ibukota Kabupaten Aceh Utara.

Saat terjadi pergantian kepemimpinan dari Bupati definitif periode 2017-2022 kepada Pejabat Bupati pada Juli 2022 kemarin rakyat begitu bersemangat, hal ini tentunya tidak lepas dari latar belakang sebagai seorang birokrat dan dianggap berpengalaman mengelola pemerintahan, namun sampai hari ini arah atau program percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menyemangati rakyat dengan langkah-langkah cepat dan tepat sepertinya sulit terealisasi.

Ketua Gerak Rakyat Aceh Membangun (GRAM), Azhar, Rabu (17/8) kepada pewarta mengatakan “Sebagai warga Aceh Utara kami mengira beliau seorang birokrat profesional dan faham kondisi masyarakat, bagi kami masyarakat terutama pelaku ekonomi sebenarnya sederhana saja, jadikanlah Lhoksukon sebagai pusat segala kegiatan Kabupaten, jangan lagi hal itu dilakukan di Lhokseumawe, karena setiap kegiatan yang melibatkan banyak orang paling tidak masyarakat bisa ikut berpartisipasi, begitu juga akan ada efek bagi pedagang dengan pusat kegiatan itu di ibukota kabupaten”.

Ia mengungkapkan sebagai contoh kecil saja, dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang sudah rutin dilaksanakan Pengukuhan dan Pembubaran Paskibra itu berpusat di Lhoksukon, namun PJ Bupati malah memilih pelaksanaan tersebut di lakukan di pendopo Bupati di Kota Lhokseumawe, padahal Pendopo yang ada di jalan Pang Lateh Lhoksukon adalah Pendopo Bupati Aceh Utara, dimana Cek Mad Bupati terdahulu rutin melaksanakan pengukuhan dan pembubaran Paskibra tersebut di Lhoksukon.

“kami sangat kecewa dengan sikap PJ yang lebih memilih nyaman di Lhokseumawe ketimbang merangsang dan memajukan perekonomian masyarakatnya di Aceh Utara, Kenapa kami meminta ini diberitakan ke media karena kami menganggap hal kecil seperti ini saja beliau memilih Lhokseumawe sebagai pusat kegiatan maka tidak aneh hal-hal besar lainya nanti juga berpusat di Lhokseumawe, padahal beliau ini PJ Bupati Aceh Utara bukan PJ Kota Lhokseumawe”ungkap Gram

“Teman – teman media bila tidak percaya boleh melakukan crosscheck ke pedagang di Lhoksukon apa tanggapan mereka terhadap kebijakan tidak memusatkanya di ibukota kabupaten, semoga keluh kesah kami ini menjadi perhatian khusus kepada Bapak PJ Bupati Aceh Utara” Pintanya

“Ingat Pak Kami berharap banyak kepada Bapak yang kami anggap seorang profesional dan birokrat tulen (Bapak bukan kiriman Partai Politik ), Ayo sama – sama Pak kita bangun dan bangkitkan ekonomi Aceh Utara dengan memanfaaatkan dan memusatkan segala kegiatan yang punya efek ekonomi ke pada masyarakat dilakukan di pusat ibukota, karena selain menambah pendapatan pedagang, juga menambah PAD melalui pajak kas daerah, sudah cukuplah kita bayar pajak ke kota Lhokseumawe karena Rakyat Bapak Ada di Aceh Utara” Tutupnya (*)

Editor : Zulkifli
Sumber : Dr Azhar Gram


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.