Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Sekretaris LPK Azea Bengkulu Internasional, Efri Marlovi, menyampaikan kabar membanggakan terkait keberangkatan lima siswa terbaik lembaganya ke Jepang melalui program Tokutei Ginou (TG) BC. Program ini merupakan angkatan pertama hasil kolaborasi antara LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan LPK Azea Bengkulu Internasional. Saat ini, seluruh peserta dilaporkan telah tiba dengan selamat di Sapporo untuk memulai tahap lanjutan pelatihan sekaligus persiapan kerja.

Dalam keterangannya, Efri Marlovi menjelaskan bahwa pelepasan siswa dilakukan melalui acara perpisahan resmi yang dihadiri pengurus lembaga, keluarga peserta, serta perwakilan mitra pelatihan. Ia menegaskan bahwa keberangkatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak sejarah bagi lembaga karena menjadi pengiriman pertama dalam program kerja ke luar negeri melalui jalur Tokutei Ginou.
Adapun lima siswa yang diberangkatkan tersebut ialah Tomison Yosadi, Fharizie Yazied Al, Asyari Hasyim, Keswara Gandra, dan Karseno Dwi. Kelima peserta telah melalui proses seleksi ketat, pelatihan bahasa, pembekalan budaya, serta uji kompetensi keterampilan sesuai standar yang ditetapkan pihak Jepang. Menurut Efri, seluruh tahapan dilakukan secara disiplin agar para siswa mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.
Ia menambahkan bahwa program Tokutei Ginou merupakan skema resmi pemerintah Jepang untuk merekrut tenaga kerja asing terampil di berbagai sektor industri. Oleh karena itu, peserta diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang, etos kerja tinggi, serta kesiapan mental menghadapi budaya kerja yang terkenal disiplin dan terstruktur. LPK Azea Bengkulu Internasional, kata dia, berkomitmen memastikan setiap peserta memenuhi kualifikasi tersebut sebelum diberangkatkan.
Keberhasilan pengiriman angkatan pertama ini diharapkan membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Bengkulu untuk mengembangkan karier di luar negeri. Selain meningkatkan keterampilan individu, program ini juga dinilai berpotensi memberi dampak ekonomi positif bagi keluarga peserta dan daerah asal melalui peningkatan pendapatan serta transfer pengetahuan setelah masa kerja selesai.
Efri menegaskan bahwa pihak lembaga akan terus memantau perkembangan kelima siswa selama berada di Jepang. Pendampingan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan mitra pelatihan di sana agar para peserta mendapatkan dukungan jika menghadapi kendala adaptasi maupun pekerjaan.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para siswa agar menjaga nama baik daerah dan lembaga dengan menunjukkan kinerja terbaik.
“Kami berharap mereka menjadi duta profesionalisme tenaga kerja Indonesia yang mampu bersaing secara global,” ujarnya.
Dengan keberhasilan ini, LPK Azea Bengkulu Internasional optimistis dapat mengirim lebih banyak peserta pada angkatan berikutnya, sekaligus memperkuat kerja sama internasional di bidang pelatihan kerja dan penempatan tenaga profesional.

Tinggalkan Balasan