Bengkulu, Beritamerdekaonline.com – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Kaizu Hamagi Gakkou kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan memberangkatkan lima orang siswa ke Jepang melalui program visa kerja Tokutei Ginou atau Specified Skilled Worker (SSW). Keberangkatan ini menjadi bukti nyata keberhasilan lembaga dalam membina dan mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja internasional.

Ketua LPK Kaizu Hamagi Gakkou, Afrianto Santoso, menyampaikan bahwa kelima siswa yang berangkat hari ini terdiri atas satu orang perempuan dan empat orang laki-laki. Mayoritas dari mereka berasal dari Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Mereka akan bekerja di sektor pertanian, dan seluruhnya telah diterima di perusahaan yang sama di Prefektur Kagoshima, Jepang.
”Visa Tokutei Ginou ini berbeda dengan visa magang atau visa Technical Intern Training. Visa Tokutei Ginou merupakan visa kerja resmi dari pemerintah Jepang, yang memungkinkan pemegangnya untuk bekerja selama lima tahun. Kontrak kerja akan diperbarui setiap tahun dan mereka pun dapat berpindah perusahaan apabila dibutuhkan,” jelas Afrianto dalam keterangannya kepada media, Senin (4/8/2025).
Lebih lanjut, Afrianto menjelaskan bahwa visa ini tidak mensyaratkan ujian di tahun pertama seperti visa magang.
”Untuk visa magang, peserta wajib mengikuti ujian di tahun pertama dan jika tidak lulus, mereka harus kembali ke Indonesia. Sedangkan dalam visa Tokutei Ginou, tidak ada kewajiban ujian, kecuali peserta sendiri yang ingin mengambil sertifikasi tertentu,” tambahnya.
Mengenai pendapatan, para pekerja diperkirakan akan menerima gaji pokok di kisaran Rp13 juta hingga Rp18 juta per bulan. Jumlah tersebut belum termasuk lembur dan tunjangan lainnya, sehingga total pendapatan sebenarnya bisa lebih tinggi.
Afrianto juga menyampaikan harapannya agar lebih banyak lagi siswa dari Kaizu Hamagi Gakkou yang dapat berangkat ke Jepang melalui jalur visa Tokutei Ginou ke depannya.
”Kami berharap ini bisa menjadi motivasi bagi siswa-siswa lain untuk belajar dengan giat dan mengikuti proses dengan serius. Kami terus berkomitmen menciptakan tenaga kerja berkualitas yang mampu bersaing secara global,” ungkapnya.
Salah satu peserta yang berangkat, Winita, mewakili teman-temannya menyampaikan rasa terima kasih dan pamit kepada para pembimbing. Dalam sambutannya yang penuh haru, ia mengucapkan rasa syukur dan penghargaan kepada para guru atau sensei, terutama kepada Afrianto Sensei dan Nadia Sensei yang telah membimbing mereka sejak awal proses pelatihan.
”Terima kasih saya ucapkan kepada sensei tachi, terutama kepada Afri Sensei dan Nadia Sensei, yang telah membimbing kami sejak awal. Kami juga mohon maaf apabila selama proses pembelajaran kami melakukan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Mohon doa dan dukungannya untuk keberangkatan kami ke Jepang hari ini pukul empat sore,” tutur Winita.
Keberangkatan lima siswa ini menjadi bagian dari program pengiriman tenaga kerja profesional yang dikelola oleh LPK Kaizu Hamagi Gakkou dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif, baik bagi pengembangan karier individu maupun sebagai bagian dari peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia di kancah internasional.
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


Tinggalkan Balasan