Bengkulu Utara, Beritamerdekaonline.com – “Dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) kembali tercoreng dan memalukan. Dugaan sumbangan berkedok pungutan sebesar Rp 50.000 yang dilakukan oknum komite bentukan kelas di SD Negeri 10 Air Nakai Prumnas Arga Makmur BU akhirnya dibatalkan setelah menjadi sorotan media.”
Sebelumnya, media ini menduga pungutan dilakukan ke seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6. Namun setelah dikonfirmasi, Plt Kepala SD N 10 BU, Yayuk membantah. Itu hanya di kelas 2A saja, jumlahnya 20 murid. Hasilnya saya juga belum tahu, ujarnya.
Terpisah, salah satu wali murid membenarkan adanya pungutan Rp 50.000 untuk kelas 2A. Katanya untuk perbaikan kaca jendela dan kayu engsel yang sudah usang dan tidak layak. Ini hanya untuk kelas 2A, bukan untuk semua murid SD 10, ucapnya. Ia meminta namanya dirahasiakan demi keamanan anaknya.

Menurut wali murid, sebelumnya kesepakatan pungutan itu bahkan sudah hitam di atas putih dan ditandatangani. Namun setelah berita dengan judul “Komite Abal Abal SD 10 Arga Makmur BU Diduga Lakukan Pungli ke Wali Murid” viral tanggal 26 Agustus 2026, kami dipanggil lagi, ungkapnya.
Kamis (27/8/2026) siang, para wali murid dipanggil mendadak ke sekolah. Mereka diminta tanda tangan surat pembatalan sumbangan yang berkedok pungutan. Bahkan beberapa wali murid yang tidak hadir dijemput door to door oleh pihak sekolah untuk tanda tangan. Tambahnya kembali menyampaikan.
Firdaus Kepala Dinas Pendidikan Bengkulu Utara saat dikonfirmasi membenarkan telah memanggil Plt Kepsek SD 10. Sudah kami lakukan pemanggilan terkait pemberitaan tersebut. Dan permintaan sumbangan itu sudah kami minta untuk dibatalkan karena tidak sesuai dengan regulasi Permendikbud No. 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, tegas Kadisdik.
Kami meminta persoalan dalam bentuk sumbangan ini dibatalkan. Pernyataan sudah kami tindaklanjuti sesuai hasil temuan pemberitaan sebelumnya. Ia juga menyebut, Plt Kepsek SD 10 BU telah melaporkan bahwa rencana pungutan tersebut telah dibatalkan. Jelasnya.
Di akhir, Kadisdik meminta seluruh sekolah di Bengkulu Utara mendukung program Bupati BU “Sekolah Gratis”. Jangan sampai ada lagi pungutan dengan dalih apapun. Pendidikan gratis harus benar-benar gratis, pungkasnya. (Yapp)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan