Kaur, Beritamerdekaonline.com – Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan usaha kegiatan pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Selain itu, KKN merupakan implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi kepada masyarakat yaitu Secara teori, ilmu yang telah dimiliki oleh mahasiswa di bangku perguruan tinggi berusaha diterapkan dalam kehidupan nyata untuk membantu masyarakat dalam memberdayakan potensi yang mereka miliki demi kemajuan di bidang perekonomian di pedesaan.

Pada kesempatan ini mahasiswa dari perguruan tinggi IPB mensosialisasikan ilmu yang mereka dapat selama dibangku kuliah yaitu di Desa Manau Sembilan Satu Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur, dengan cara memberikan penyuluhan cara pembuatan PGPR dan SILASE.

Karena warga di Desa Manau Sembilan Satu ini adalah sebagian besar masyarakatnya bermata pencarian petani, sebagai profesi utama masyarakat setempat khususnya tanaman kopi dan sawit.

Seperti yang di sampaikan ketua kelompok mahasiswa IPB Ndia ketika di wawancara Beritamerdekaonline (27/7/2020), “kami sangat senang bisa berinteraksi secara langsung dengan warga Manau Sembilan, karena masyarakatnya sangat welcome dengan kedatangan kami sehingga kami merasa dihargai dan termotivasi untuk sama-sama mencari pengalaman dan saling berbagi ilmu yang telah kami dapat melalui penyuluhan PGPR ini” ungkap Nadia.

Jelas Nadia, “PGPR Promoting Rhizobakteri adalah sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman. Bakteri itu hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman, sehingga dapat memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya juga mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.

Cara membuat PGPR yaitu dengan menyiapkan Biang PGPR yang dibuat dari akar bambu sekira 250 gram yang direndam dalam air selama tiga malam kemudian kumpulkan bahan-bahanya berupa 20 liter air, 1/2 Kilogram dedak/bekatul, Terasi, 1 sdm air kapur sirih, Campur semua bahan, kemudian didihkan, setelah itu di dinginkan, campurkan 1 liter “biang PGPR”, Tutup rapat dan diamkan satu hingga dua mingggu.

Harap Nadia, “dengan melalui penyuluhan ini warga Mana Sembilan ke depannya dapat mengurangi penggunaan pupuk modern yang berbau kimia akan tetapi sedikit demi sedikit dapat menerapkan pembuatan pupuk yang berasal dari bahan-bahan alami seperti yang telah kita jelaskan tadi.” ungkap Nadia.

Sementara Kepala Desa setempat Feri Sonevele S.Ip, saat menyampaikan sambuatan di acara sosialisasi penyuluhan PGPR yang di gelar oleh mahasiswa IPB itu, ia sangat menyambut baik dan memberikan suport serta menyampaikan rasa terima kasihnya, “dengan harapan ilmu adik-adik selama KKN di desa kami ini dapat diterapkan buat masyarakat kami dan bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian kedepannya.” ungkap Feri.

Penulis: (Miruan)

Editor: (Mitra Pizer)


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.