TAPAKTUAN, BMonline –  Namun sangat disayangkan pergantian model kuliah ke model online tidak di barengi dengan fasilitas yang memadai, seperti pengaturan jam kuliah online dan kuota internet gratis bagi mahasiswa.

Direktur Politeknik Aceh Selatan, Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc mengatakan,

akhir-akhir ini banyak dapati keluhan dari mahasiswa terkait sistem belajar-mengajar online di tengah wabah covid-19.

Dapat dipastikan sesuai arahan Kementerian Pendidikan semua kampus menggunakan pembelajaran jarak jauh atau lebih dikenal dengan sistem daring untuk menjaga jarak (social distance) atau menghindari kontak langsung antar individu.

Lanjut Dr. Yasar, perkirakan hal ini efektif untuk mencegah resiko penyebaran covid -19 dan kemudian disamping itu juga, telah diberlakukannya kerja dari rumah (work from home) bagi para dosen dan tenaga kependidikan. Jadi apa-apa keperluan sekarang, urusannya diselesaikan secara online. Tentunya hal semacam ini merupakan situasi baru yang memiliki banyak tantangan.

“Awal-awal pemberlakuan sistem daring kita temukan keluhan adanya peningkatan tugas bagi peserta didik. Rata-rata dosen memberikan tugas-tugas untuk dikerjakan mahasiswa di rumah. Tugas-tugas ini dituding memberatkan para mahasiswa dan yang terakhir yang paling dikeluhkan adalah terkait fasilitas internet seperti susahnya jaringan di daerah-daerah tertentu termasuk beratnya biaya paket internet karena meningkatnya kebutuhan penggunaan salah satunya akibat belajar daring,” Jelas Dr.Yasar, Jum’at (10/4/2020).

Sambungnya, semua ini tentunya memerlukan perhatian semua pihak. Situasi pandemi virus corona ini memang telah membuat merana semua sektor. Tidak ada yang berada dalam posisi terkuat saat sekarang ini hingga bisa dilimpahkan tanggung jawab besar.

“Kita harus bergotong royong menjadi bahagian dari solusi terkait ancaman bahaya global ini. Sumber daya apa yang dimiliki wajib kita sumbangsihkan, agar kita semua bisa terkeluar dari situasi dan kondisi yang menakutkan ini dengan segera,” ucapnya.

“Kita percayakan upaya besarnya kepada pemerintah, sedang kita sebagai rakyat harus patuh melaksanakan arahan dari pemerintah agar upaya yang sedang dilakukan tersebut menjadi padu dan efektif,” Imbuhnya.

Kemudian kata Dr. Yasar, khusus terkait jaringan internet barangkali ini bukan hal yang bisa ditangani secara instan, namun Ia berharap agar seluruh wilayah NKRI bisa mengakses internet secara merata. Namun jika belum memungkinkan, mari semua harus bersabar untuk sedikit lebih proaktif mencari tempat atau lokasi internet yang lebih baik di jam-jam tertentu saja sesuai dengan jadwal kuliah.

“Anggap seperti kita pergi kuliah, cuma bedanya saat ini kita pergi kuliah online. Mahasiswa boleh saja datang ke kampus untuk tujuan mendapatkan akses jaringan internet, tetapi tetap jaga jarak, tidak boleh berkerumun seperti biasa. Jaga jarak antara 1 – 2 meter, gunakan alat pelindung diri minimal masker, dan jangan malas cuci tangan,” Pintanya.

“Semoga situasi seperti ini segera berlalu, dan mari kita berusaha survive atau bertahan dengan segala sumber daya yang kita miliki saat ini. Kemampuan kita dalam menyiasati situasi akan menjadikan kita segera terbebas dari situasi ini,” Pungkasnya. (Kausar).

Penulis : Kausar


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.