Pidie Jaya, Berita Merdeka Online – Lebaran di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, tak hanya menjadi momen silaturahmi, tapi juga ajang eksplorasi kuliner lokal. Salah satu sajian yang kini viral di berbagai platform media sosial, terutama TikTok, adalah martabak ikan bandeng. Makanan unik ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pemudik yang datang dari luar daerah.
Berbeda dari martabak pada umumnya yang menggunakan telur ayam, daging cincang, dan sayuran, martabak khas Pidie Jaya ini menggunakan bahan utama berupa ikan bandeng segar. Rasa gurih khas bandeng berpadu sempurna dengan racikan bumbu rempah lokal, menjadikannya sajian otentik yang memikat lidah siapa pun yang mencicipinya.
Zulfikar, pemilik warung martabak bandeng legendaris di Pidie Jaya, mengaku bahwa peminat martabak bandeng semakin meningkat terutama di masa libur Lebaran. “Biasanya kami mulai buka pada malam hari, dan dalam satu malam bisa menghabiskan hingga 3.000 butir telur ayam,” ujarnya.
Warung Zulfikar menjadi sangat ramai selama libur Idul Fitri. Banyak pemudik dari luar daerah sengaja mampir untuk mencicipi kuliner khas ini. Salah satunya adalah Ida Yustiani, pemudik asal Pangkalpinang, Bangka Belitung. Bersama keluarganya, Ida menyempatkan diri mampir ke warung martabak bandeng setelah mengetahui makanan ini viral di TikTok.
“Kami jauh-jauh mudik dari Bangka ke Aceh, salah satunya memang ingin mencoba martabak bandeng yang katanya legend. Dan benar saja, rasanya luar biasa, apalagi disantap dengan kecap dan nasi panas. Ikan bandengnya lembut, bumbunya meresap, dan harganya pun terjangkau,” ujar Ida saat ditemui Minggu (6/4/2025).

Popularitas martabak bandeng ini tak lepas dari kekuatan promosi melalui media sosial. Banyak pengunjung yang membagikan pengalaman mereka menyantap martabak bandeng lewat unggahan foto dan video, membuat kuliner ini semakin dikenal luas.
Selain rasanya yang unik, martabak bandeng juga dianggap sehat karena menggunakan ikan sebagai sumber protein utama. Ikan bandeng yang digunakan dipilih dari hasil tangkapan segar di wilayah pesisir Aceh, sehingga cita rasa tetap terjaga.
Zulfikar menambahkan bahwa ia dan timnya terus menjaga kualitas bahan serta pelayanan demi memuaskan pelanggan, baik dari warga lokal maupun wisatawan kuliner. “Kami bersyukur martabak bandeng ini bisa dikenal luas. Ini kuliner warisan yang harus terus dijaga dan dikenalkan ke generasi muda,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat dan pemudik yang begitu tinggi, martabak ikan bandeng kini menjadi ikon kuliner Lebaran khas Pidie Jaya. Tidak heran jika ke depannya makanan ini berpotensi mendunia sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang patut dibanggakan. (MR)
Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




Tinggalkan Balasan