Bojonegoro – Pembangunan desa sejatinya tidak hanya diukur dari kokohnya infrastruktur maupun panjangnya jalan yang berhasil dibangun. Di balik kesibukan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, terdapat kebersamaan yang terus dirawat melalui komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

Hal tersebut terlihat pada Kamis (6/8/2026), ketika Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kesongo, Serka Lasmidi, memanfaatkan waktu istirahat untuk menyapa dan berbincang bersama warga di teras salah satu rumah.

Suasana sederhana itu menjadi ruang komunikasi yang hangat. Tanpa sekat formal, Serka Lasmidi berdialog santai dengan warga sekaligus menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan, sasaran, serta perkembangan TMMD ke-129 yang tengah berlangsung di Desa Kesongo.

Menurut Serka Lasmidi, komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberhasilan program TMMD. Masyarakat perlu mengetahui tujuan pembangunan sekaligus terlibat aktif dalam setiap prosesnya.

“Melalui komunikasi santai seperti ini, kami ingin masyarakat paham bahwa kehadiran TMMD adalah untuk membantu mempercepat pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan warga. Dukungan serta partisipasi aktif dari warga adalah kunci utama keberhasilan seluruh program ini,” ujar Serka Lasmidi.

Ia menambahkan, TMMD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik seperti jalan, rehabilitasi rumah, maupun fasilitas umum. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Pendekatan humanis yang dilakukan Serka Lasmidi mendapat sambutan positif dari warga. Anggi, salah seorang warga Desa Kesongo, mengaku senang dapat berdiskusi langsung dengan Babinsa mengenai program yang sedang berlangsung di wilayahnya.

“Kami jadi lebih paham tujuan dan manfaat TMMD ini. Ternyata bukan cuma soal membangun jalan, tapi juga membangun rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat. Momen seperti ini sangat menyejukkan, semoga kebersamaan ini terus berlanjut,” ungkap Anggi.

Kedekatan seperti itu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD. Ketika komunikasi terjalin dengan baik, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama.

Di tengah berbagai sasaran fisik dan nonfisik TMMD ke-129, interaksi sederhana di teras rumah warga tersebut menjadi gambaran bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat tumbuh dari kepedulian yang dilakukan secara konsisten.

Pembangunan Desa Kesongo pun tidak hanya dikerjakan dengan tenaga dan peralatan, tetapi juga diperkuat melalui komunikasi, gotong royong, serta hubungan kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro terus menunjukkan bahwa ketika TNI dan masyarakat berjalan bersama, pembangunan desa dapat berlangsung lebih kuat, menyentuh kebutuhan warga, dan memberikan manfaat berkelanjutan.

 


Eksplorasi konten lain dari Berita Merdeka Online

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.