Semarang, Beritamerdekaonline.com – Di Malam Natal Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang baru dua hari dilantik langsung mengunjungi GPIB Bleduk di Kota Lama Semarang.

Menag Yaqut menjelaskan kedatangannya ke GPIB Bleduk dalam rangka kunjungan kerja dan juga sebagai ajang perkenalan diri sebagai Menteri Agama yang baru.

“Saya memperkenalkan diri sebagai Menteri Agama yang baru ditunjuk Presiden Jokowi untuk membantu beliau. Baru berumur dua hari ini. Saya yakinkan kepada saudara-saudara yang merayakan Natal bersama, saya yakinkan saya Menteri Agama untuk semua agama bukan hanya satu agama,” kata Gus Yaqut sapaan akrabnya.

Ia juga menjelaskan jika kedatangannya menyampaikan harapan agar antarumat beragama saling bergandengan tangan untuk menyebar kedamaian.

“Saya sampaikan pesan kepada saudara-saudara yang merayakan Natal, mari kita bergandengan tangan, mari jadikan agama ini sebagai sumber inspirasi menyebar kedamaian, menyebarkan kasih sayang. Ayo kita buang jauh-jauh anggapan bahwa agama menjadi norma konflik yang berbeda,” jelasnya.

Kedatangan Menag di jemput oleh pendeta setempat dan dikawal oleh Banser Kota Semarang dan disamping itu pula hadir Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama Forkompinda Kota Semarang.

Wali Kota Semarang menyampaikan bahwa Kota Semarang adalah kota toleransi, hal ini dibuktikan dengan diberikannya izin bagi gereja-gereja yang belum memiliki IMB. Dimasa jabatannya yang kedua beliau banyak memberikan terobosan bagi toleransi dan umat beragama.

“Dengan hadirnya Menteri Agama saat baru dua hari dilantik dan langsung mengunjungi Kota Semarang, ini membuktikan bahwa pemerintah pusat melihat bahwa nilai-nilai keberagaman dan toleransi semakin baik maju dan berkembang di Kota Semarang,” kata Hendi sapaan akrabnya, Jumat (25/12/2020).

“Ini membuktikan bahwa umat beragama di Indonesia harus menunjukan sikap toleransi dalam kebersamaan membangun bangsa yang majemuk. Tidak ada yang menganggap lebih utama dan hebat dari yang lain, karena kehebatan dan tingginya nilai seseorang bukan dilihat dari nilai agamanya tetapi seberapa besar kontribusi yang diberikan bagi sesamanya,sesama anak bangsa dalam kesatuan dan kebhinekaan yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,” tutup Wali Kota Semarang.(Marthyn)